30 WNI yang Tertahan Berhasil Dipulangkan dari Abdu Dhabi

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 05 Maret 2026 | 13:41 WIB
Penerbangan repatriasi dari Timur Tengah. (Foto/Pixabay)
Penerbangan repatriasi dari Timur Tengah. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai berhasil memulangkan 30 warga negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Abu Dhabi melalui penerbangan repatriasi dengan pesawat Etihad Airways menuju Singapura bersama penumpang internasional lainnya, yang nantinya akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengatakan, pemulangan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara perwakilan RI dengan maskapai penerbangan serta otoritas terkait di UEA untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan para WNI.

"Sejak awal penutupan ruang udara pada 28 Februari, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat agar WNI yang terdampak dapat segera memperoleh akses penerbangan untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Air,” kata Judha di Abu Dhabi, Kamis (5/3/2026).

Menurut Judha, keselamatan dan perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil oleh Pemerintah Indonesia di tengah situasi kawasan yang masih berkembang.

"Kami memastikan seluruh WNI yang terdampak mendapatkan pendampingan dan fasilitasi yang diperlukan. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan aman dan tertib," ujarnya.

Sebagai informasi, para WNI tersebut sebelumnya tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat penutupan sementara sebagian wilayah udara di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026.

Penutupan ruang udara tersebut berdampak luas terhadap operasional penerbangan internasional, termasuk di sejumlah bandara utama, seperti Abu Dhabi, Dubai, dan Doha. Situasi ini menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan dan membuat ratusan ribu penumpang di berbagai negara terjebak di bandara maupun kota transit di kawasan tersebut.

Seiring dengan membaiknya koordinasi keamanan dan pembukaan koridor penerbangan terbatas, maskapai-maskapai di UEA mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan khusus, termasuk penerbangan repatriasi untuk membantu penumpang yang tertahan melanjutkan perjalanan mereka.

KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai sebelumnya telah mendata puluhan WNI yang terdampak pembatalan penerbangan sejak penutupan wilayah udara tersebut.

Sampai saat ini, jalur udara yang dibuka di kawasan UEA masih relatif terbatas sehingga rute yang ada digunakan secara bergantian dan antre. Penerbangan sipil komersial pun belum dioperasikan dan hanya penerbangan repatriasi dan penerbangan khusus saja yang dijalankan untuk memobilisasi 20.000 pengunjung yang sempat tertahan di UEA.

Para WNI tersebut kemudian difasilitasi melalui komunikasi intensif, pendampingan konsuler, serta koordinasi dengan maskapai guna mendapatkan kursi pada penerbangan yang tersedia.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di UEA juga terus memantau perkembangan situasi keamanan kawasan serta memastikan tidak ada WNI yang terlantar tanpa bantuan selama proses penanganan krisis penerbangan ini.

Lebih dari itu, KBRI Abu Dhabi mengimbau WNI yang masih berada di wilayah UEA dan membutuhkan bantuan konsuler agar segera menghubungi kode akses (hotline) KBRI atau melaporkan diri melalui kanal resmi agar dapat difasilitasi sesuai kebutuhan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: