Jumlah Pemudik 2026 Diprediksi 143,9 Juta Orang, Turun 1,7 Persen
BeritaNasional.com - Pemerintah memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang. Prediksi ini berdasarkan hasil survei pergerakan masyarakat yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan prediksi pemudik 2026 mengalami penurunan sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Walaupun prediksi tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kita tetap harus waspada karena realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 mencapai 154 juta orang, lebih tinggi dari prediksi," ujar Aan dalam acara Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (5/32026).
Pemerintah melakukan persiapan sejak dini untuk mengantisipasi potensi lonjakan pemudik. Langkah ini dilakukan melalui kebijakan transportasi yang tidak sekadar bersifat rutinitas.
Berdasarkan hasil survei, jumlah pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat dengan persentase 21 persen. Di kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemudik terbanyak, mencapai 22,6 persen dari total pergerakan di wilayah tersebut.
Provinsi Jawa Tengah menjadi tujuan utama pemudik, dengan jumlah sekitar 10,3 juta orang.
Dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat. Diperkirakan sekitar 24,9 juta orang akan menggunakan sepeda motor untuk mudik.
Pengguna mobil pribadi sebagian besar memilih jalur tol, dengan persentase mencapai 66 persen. Sedangkan pengendara sepeda motor diperkirakan memanfaatkan jalur utama dan alternatif.
Kementerian Perhubungan telah melakukan pemetaan sejumlah simpul transportasi yang berpotensi mengalami kepadatan.
Untuk moda kereta api, Stasiun Pasar Senen diprediksi menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan favorit menuju Yogyakarta. Sementara itu, di sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan tetap menjadi pusat pergerakan penumpang terbesar.
Pada moda laut, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Sedangkan Pelabuhan Merak tetap menjadi jalur utama penyeberangan menuju Bakauheni, Lampung.
Pemerintah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret. Kalender angkutan Lebaran ditetapkan berlangsung selama 18 hari.
Kebijakan fleksibilitas waktu perjalanan diharapkan dapat mendistribusikan arus pemudik agar tidak menumpuk pada hari tertentu.
"Kami berharap pengaturan ini dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi kepadatan pada tanggal-tanggal puncak," ujar Aan.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus ekonomi di sektor transportasi untuk membantu masyarakat.
Beberapa kebijakan yang disiapkan antara lain: diskon tarif penyeberangan sebesar 21,3 persen di 14 pelabuhan, diskon sekitar 30 persen untuk tiket kereta api dan transportasi laut, serta potongan tarif tol sekitar 17–18 persen.
Selain itu, pemerintah menyiapkan program mudik gratis dengan 41 bus yang mampu mengangkut sekitar 15.000 penumpang.
Program ini juga mencakup layanan pengangkutan sepeda motor ke 34 kota tujuan di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
PT Kereta Api Indonesia juga menyediakan layanan angkut sepeda motor bagi pemudik yang menggunakan kereta api.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama Kementerian PUPR dan Kepolisian terkait pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.
Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain pembatasan operasional angkutan barang tertentu, khususnya yang membawa hasil tambang dan material bangunan, selama masa mudik. Kebijakan ini tidak berlaku untuk kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.
Pengaturan juga dilakukan di pelabuhan penyeberangan. Pelabuhan Merak akan difokuskan untuk kendaraan pribadi dan penumpang umum, Pelabuhan Ciwandan untuk sepeda motor, sementara Pelabuhan Bojonegara digunakan bagi angkutan barang tertentu.
Di Lampung, Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang disiapkan untuk mendukung distribusi penumpang dan logistik.
Penyesuaian juga dilakukan terkait perayaan Nyepi di Bali. Sejumlah pelabuhan akan ditutup sementara, sementara pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo dan Pelabuhan Banyuwangi disiapkan untuk mendukung distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat.
Aan menegaskan seluruh kebijakan tersebut bertujuan memastikan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
"Sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar mudik 2026 dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman," kata Aan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





