BPS Pakai AI Percepat  Proses Data Sensus Ekonomi 2026

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 30 Juni 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi sensus ekonomi (Foto/Pixabay)
Ilustrasi sensus ekonomi (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, pihaknya menggunakan teknologi AI guna membantu percepatan proses data dan efisiensi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026  yang berlangsung di seluruh Indonesia.

“Sensus Ekonomi 2026 ini memiliki kesulitan yang cukup tinggi, mulai dari wilayah sensus hingga menyangkut jutaan pelaku usaha. Oleh karena itu penggunaan AI sangat membantu dalam pemrosesan data agar lebih cepat dan akurat, yang biasanya memakan waktu cukup lama. AI juga dapat membantu secara signifikan akurasi datanya serta mampu mendeteksi anomali, duplikasi dan kesalahan input,” kata Sonny.

Namun Sonny juga memastikan bahwa kerahasiaan dan keamanan data responden terjaga dengan baik, mengingat verifikasi semua data dilakukan oleh pegawai organik BPS.

Jaringan dan server dimiliki sendiri oleh BPS. Sensus Ekonomi 2026 berlangsung selama 2,5 bulan mulai dari 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Sonny mengatakan, sensus  ekonomi merupakan agenda rutin negara yang dilakukan 10 tahun sekali, di mana setiap sepuluh tahun tersebut terjadi perubahan yang signifikan dalam pembangunan suatu negara.

Sensus Ekonomi berlangsung secara rutin sejak tahun 1986, hingga tahun 2026, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

"Sensus ekonomi ibarat melakukan 'medical check-up'. Bisa saja kita merasa tubuh sehat, namun juga merasa kok ada yang tidak enak di badan kita. Kita baru bisa tahu apa penyebab badan kita tidak enak," ujarnya.

Sonny mengatakan, data 'medical check-up' tidak akan diberikan kepada orang lain, sehingga betul-betul data Sensus Ekonomi 2026 yang dikumpulkan tersebut digunakan untuk kepentingan statistik.

Nanti data statistiknya, data agregatnya, akan digunakan untuk kepentingan pembangunan yang ada di seluruh daerah di Indonesia.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: