Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Tidak Gampang

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 06 Maret 2026 | 19:11 WIB
Buya Yahya dalam acara buka puasa bersama ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Buya Yahya dalam acara buka puasa bersama ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com -  Ulama Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya mengajak masyarakat memanjatkan doa bagi Presiden Prabowo Subianto agar diberi kekuatan dalam memimpin negara.

Ajakan tersebut disampaikan usai menghadiri acara buka puasa bersama ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Buya Yahya menilai memimpin negara merupakan amanah besar sehingga masyarakat perlu memberikan dukungan melalui doa, terutama pada momentum Ramadan.

“Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita, bagaimana mereka bisa sukses dengan menjalankan tugasnya,” kata Buya Yahya.

Menurut ulama asal Cirebon itu, doa masyarakat diharapkan menjadi energi kebaikan bagi kepemimpinan nasional agar Indonesia tetap berada di jalur yang membawa kedamaian dan kesejahteraan.

“Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia,” ujar Buya Yahya.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya juga menyampaikan pesan agar bulan suci Ramadan dijadikan momentum memperkuat nilai kebaikan dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan,” ucap Buya Yahya.

Ia juga menilai kondisi Indonesia saat ini masih aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

“Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas, kewajiban secara pribadi, keluarga, kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang urusan dengan luar negeri, tentu ada yang lebih tahu dalam hal ini,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: