TNI Siaga 1, Komisi I DPR Nilai Tak Relevan jika Hanya Patroli

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 09 Maret 2026 | 15:58 WIB
TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai patroli prajurit TNI di sejumlah titik dalam rangka siaga 1 tidak relevan. Sebab, jika siaga 1 karena situasi memanas di Timur Tengah, perangnya menggunakan peluru kendali sampai drone.

"Kita lihat nih berdasarkan kenyataan, perang itu kan menggunakan peluru kendali, drone, pesawat udara. Tapi, kalau yang ditempatkan misalnya pasukan satuan-satuan biasa untuk patroli di gang-gang di darat kan irrelevant," ujar Hasanuddin kepada wartawan pada Senin (9/3/2026).

Hasanuddin mengkritik instruksi siaga 1 itu jika hanya pengerahan pasukan untuk mengamankan wilayah darat. Sebab, model perang saat ini menggunakan misil jarak jauh dan drone.

Ia juga menyoroti surat telegram militer rahasia itu bisa tersebar ke publik karena dapat membuat gelisah masyarakat umum.

"Sifatnya internal, kenapa kok rakyat diberi tahu? Jadi terbuka. Jadi, orang bertanya-tanya. 'Oh ini mau ada apa ini-ini' karena situasi di Timur Tengah ini, rakyat menjadi gelisah, rakyat menjadi resah. Ngapain? Ya, gitu," ujar Hasanuddin.

"Yang kedua rahasia. Ya, hanya untuk kepentingan-kepentingan di dalam intern TNI saja, kenapa kok harus sampai ke luar?" tegasnya.

Sebelumnya, di media sosial, sempat dihebohkan dengan beredarnya surat telegram (ST) siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI imbas memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang dikeluarkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Perintah siaga 1 itu tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun dengan tembusan Jenderal Agus Subiyanto pada 1 Maret 2026.

Atas hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan instruksi tersebut dikeluarkan sesuai amanat tugas pokok dalam Undang-Undang TNI.

“Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara,” kata Aulia saat dikonfirmasi dikutip Minggu (8/3/2026).

"Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara," tuturnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: