Harga Minyak Melonjak, Warga Selandia Baru "Panic Buying" BBM
BeritaNasional.com - Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) juga terjadi di Selandia Baru imbas konflik di Timur Tengah. Kondisi ini pun mneyebabkan para pengguna kendaraan di negara itu berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setelah harga minyak melonjak melampaui 100 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.919) per barel.
Harga minyak mentah Brent melonjak 18 persen menjadi 110 dolar AS per barel saat perdagangan kembali dibuka pada Senin (9/3/2026), menyebabkan pengguna kendaraan mengantre di SPBU selama akhir pekan guna mengisi tangki mereka sebelum harga semakin meningkat.
Salah satu peritel BBM milik Selandia Baru, Waitomo Group, yang dikenal dengan bahan bakar berbiaya rendah, melaporkan lonjakan permintaan sebesar 15 - 20 persen pekan lalu seiring harga Singapore Platts, tolok ukur penting Asia-Pasifik untuk produk minyak olahan, naik sekitar 60 dolar AS per barel.
Menurut Chief Executive Waitomo Group Simon Parham dalam Radio New Zealand, ini merupakan salah satu lonjakan terbesar yang pernah dialami perusahaan tersebut dalam 25 tahun terakhir
Meski demikian, kata Parham, tidak ada risiko kekurangan pasokan di Selandia Baru, dengan persediaan untuk 20 hari dan lebih dari 80 persen pasokan menghindari Selat Hormuz yang sedang bergejolak.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







