Harga Minyak Dunia Melesat, Menkeu Purbaya Pastikan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 09 Maret 2026 | 16:12 WIB
Menkeu Purbaya pastikan BBM tidak naik imbas konflik Timur Tengah. (Beritanasional/Lydia)
Menkeu Purbaya pastikan BBM tidak naik imbas konflik Timur Tengah. (Beritanasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Meskipun harga minyak dunia terus melesat imbas konflik di Timur Tengah, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3/2026). 

Purbaya mengatakan, pasokan minyak di dalam negeri pun masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Purbaya menejlaskan, rata-rata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak. Meski begitu, ia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.

“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.

Menkeu pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.

“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” ucapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan, pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.

Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: