Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Imbas Ketegangan di Selat Hormuz

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi minyak dunia. (Foto/Freepik)
Ilustrasi minyak dunia. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Pasar energi global kembali berguncang. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam menyusul memanasnya kondisi di Selat Hormuz, jalur distribusi minyak paling vital di dunia. 

Ketegangan ini membuat kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini berada di ambang kegagalan total.

Pada perdagangan Senin (4/5/2026), minyak mentah Brent yang menjadi patokan global melesat hampir 6 persen ke angka USD114,44 per barel. 

Meski sempat sedikit mendingin pada Selasa (5/5/2026) pagi di level USD113,54, kekhawatiran pasar tetap berada pada titik tertinggi.

Lonjakan harga ini dipicu oleh aksi saling klaim kekuatan militer di kawasan tersebut. Militer AS melaporkan telah menghancurkan enam kapal kecil milik Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal komersial. 

Di saat yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) mengaku menjadi sasaran serangan rudal dan drone dari Teheran.

Namun, pihak Iran melalui kantor berita IRNA membantah keras klaim AS tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu.

Analis pasar minyak senior dari Sparta di Singapura June Goh menilai pasar kini tengah mengalkulasi risiko terburuk. 

"Pasar menaikkan harga karena memperhitungkan risiko kerusakan infrastruktur minyak yang parah dan kemungkinan penutupan Selat Hormuz dalam jangka waktu lama," jelasnya.

Meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan operasi "Proyek Kebebasan" untuk mengawal kapal dagang, perusahaan pelayaran dunia masih ragu-ragu untuk melintas. Faktor keselamatan kru menjadi hambatan utama.

Sekretaris Jenderal Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF), Stephen Cotton, mendesak pemilik kapal untuk tidak terburu-buru menganggap situasi sudah aman.

“Sampai kami mendapatkan jaminan tersebut, kami meminta para pemilik kapal dan negara bendera untuk tidak menganggap pengumuman ini sebagai lampu hijau. Para pekerja ini telah menanggung berminggu-minggu ketakutan, ketidakpastian, dan kesulitan. Mereka tidak boleh sekarang ditempatkan dalam bahaya,” tegas Cotton.

Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), krisis ini menyebabkan sekitar 20.000 pelaut terdampar di 2.000 kapal di sekitar Selat Hormuz.

Dampak pada Ekonomi Global

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut memperingatkan bahwa blokade di jalur ini bisa mencekik ekonomi global karena menghambat pengiriman komoditas esensial seperti minyak, gas, hingga pupuk.

Sejak perang pecah pada akhir Februari, harga Brent telah meroket lebih dari 50 persen.

Jika stok cadangan energi negara-negara maju terus merosot, tren harga minyak diprediksi akan semakin liar ke arah yang lebih tinggi.

Sumber: Al Jazeerasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: