Sempat Dilempari Petasan, Kios Jual Obat Tramadol di Jaktim Digerebek Polisi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:35 WIB
Kios diduga menjual Tramadol dilempari petasan oleh warga di Kalisari, Jaktim. (Foto/Istimewa)
Kios diduga menjual Tramadol dilempari petasan oleh warga di Kalisari, Jaktim. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Kapolres Metro Jakarta Timur (Jaktim) Kombes Pol Alfian Nurrizal memimpin langsung penggerebekan ke sejumlah kios yang diduga menjual obat keras jenis Tramadol di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, Jaktim, Senin (9/3/2026) malam. 

Penggerebekan ini dilakukan setelah ramai di media sosial laporan warga yang berusaha melempari kios dengan petasan. Hal tersebut menjadi bentuk protes terhadap peredaran obat keras.

"Polres Metro Jakarta Timur melakukan pengecekan langsung dugaan penjualan obat keras jenis Tramadol yang berkedok kios pulsa dan kosmetik di tiga lokasi kios,” kata Alfian melalui keterangannya pada Selasa (10/3/2026).

Saat digerebek, kios diduga menjual obat keras ternyata telah tutup selama dua hari, tepatnya sejak Sabtu, 7 Maret 2026. Para penjual di kios diduga melarikan diri usai video penggerebekan sejumlah warga dengan petasan ke arah kios viral di media sosial.

“Berdasarkan keterangan pemilik kontrakan, kios tersebut sebelumnya disewakan kepada seseorang yang diduga telah beroperasi sekitar selama enam bulan,” tuturnya.

Dipimpin Alfian, jajaran kepolisian segera melakukan pembongkaran dan pemeriksaan kios yang disaksikan ketua RT setempat serta pemilik bangunan untuk memastikan kondisi di dalam kios.

“Dari salah satu kios yang berada di Jalan Lestari, petugas berhasil mengamankan sejumlah obat-obatan, di antaranya 15 papan atau 150 butir obat jenis Trihexyphenidyl, serta 250 butir obat kuning yang diduga Tramadol,” jelasnya.

“Saat ini, barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tambah Alfian.

Sementara itu, dikutip lewat video akun Instagram @badanperwakilannetizen, dijelaskan dalam narasi bahwa peristiwa ini terjadi saat sejumlah orang hendak menggerebek kios kosmetik diduga menjual Tramadol secara ilegal di Jalan Raya Bogor-Cibubur, Senin malam.

“Bukannya kooperatif, penjaga toko tersebut justru menyambut tim dengan senjata tajam jenis parang. Insiden ini mempertegas dugaan adanya keterlibatan mafia besar yang membekali para kaki tangannya dengan senjata untuk melawan siapa pun yang mencoba mengusik bisnis haram mereka,” tulis akun tersebut.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: