YouTube Lampaui Pendapatan Iklan Disney hingga Paramount pada 2025

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:20 WIB
Ilustrasi media sosial YouTube. (Foto/Freepik)
Ilustrasi media sosial YouTube. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Pada 2025, YouTube mencatatkan pencapaian bersejarah dengan meraup pendapatan iklan fantastis dan mengalahkan gabungan empat studio raksasa Hollywood sekaligus.

Dilansir dari TechCrunch pada Rabu (11/3/2026), berdasarkan laporan firma riset MoffettNathanson, platform berbagi video milik Alphabet ini meraup pendapatan iklan USD40,4 miliar.

Angka ini melampaui total pendapatan iklan gabungan dari Disney, NBCU, Paramount, dan Warner Bros. Discovery (WBD) yang hanya menyentuh USD37,8 miliar.

Kondisi ini menandai titik balik besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, YouTube sebenarnya masih tertinggal dengan pendapatan USD36,1 miliar. Sementara itu, kolektif empat raksasa media tersebut masih memimpin di angka USD41,8 miliar.

Namun, hanya dalam waktu setahun, situasi berbalik total. Analis menilai pergeseran ini merupakan sinyal kuat bahwa strategi pengiklan telah berubah mengikuti pola konsumsi penonton, terutama generasi muda yang mulai meninggalkan TV linear.

Laporan terbaru dari Alphabet menunjukkan bahwa total pendapatan YouTube secara keseluruhan melonjak hingga USD60 miliar pada 2025. 

Selain dari iklan, pundi-pundi uang YouTube disokong oleh sektor langganan seperti YouTube TV, YouTube Premium, YouTube Music, hingga paket NFL Sunday Ticket.

Sebagai perbandingan, total pendapatan YouTube ini jauh melampaui pendapatan tahunan Netflix yang dilaporkan sebesar USD45,2 miliar. 

Meski studio kawakan seperti Disney masih mencatatkan total pendapatan besar (USD 60,9 miliar jika digabung dengan bisnis medianya), momentum pertumbuhan YouTube sulit dibendung.

Meski masih di bawah Meta yang meraup USD 196,2 miliar dari iklan, YouTube tetap menjadi primadona baru. Pengiklan berbondong-bondong mengalihkan anggaran mereka ke YouTube karena durasi tonton (watch time) audiens di platform ini terus meningkat. 

Pada kuartal keempat saja, pendapatan iklan YouTube berhasil menembus USD 11,4 miliar.

Tak hanya soal bisnis, YouTube juga terus memperkuat ekosistemnya dengan teknologi terbaru. Minggu ini, mereka mengumumkan perluasan teknologi AI untuk mendeteksi kemiripan wajah. 

Fitur ini dirancang khusus untuk mengidentifikasi deepfake guna melindungi pejabat publik, politisi, hingga jurnalis dari penyalahgunaan konten buatan kecerdasan buatan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: