Saingi TikTok dan YouTube, Singapura Kucurkan SGD 48 Juta untuk Garap Konten Digital dan AI

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 19 Juni 2026 | 04:30 WIB
Ilustrasi pembuatan konten digital. (Foto/Magnific)
Ilustrasi pembuatan konten digital. (Foto/Magnific)

BeritaNasional.com - Pemerintah Singapura bergerak cepat merespons pergeseran masif konsumsi media masyarakat ke ranah digital. 

Guna membantu industri media lokal agar tetap kompetitif, Singapura resmi mengumumkan investasi besar senilai 48 juta dolar Singapura (SGD) atau sekitar 37,26 juta dolar AS selama empat tahun ke depan.

Dana investasi tersebut dialokasikan khusus untuk membantu perusahaan media lokal dalam menciptakan konten digital yang relevan serta mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Langkah strategis ini diwujudkan melalui program baru bernama Digital Content and Capability Development Programme (Program Pengembangan Konten dan Kapabilitas Digital) yang diinisiasi oleh Otoritas Pengembangan Media Infokom Singapura (IMDA).

Melalui program ini, IMDA akan memfasilitasi para profesional dan korporasi media untuk memproduksi konten yang berfokus pada format digital dan mobile-first. 

Bukan hanya itu, mereka didorong untuk menguasai teknologi mutakhir, mulai pembuatan konten berbasis AI hingga efisiensi alur kerja produksi yang dibantu oleh kecerdasan buatan.

Langkah besar IMDA ini didasarkan pada data konsumsi media masyarakat Singapura yang kini didominasi oleh platform digital.

Berdasarkan catatan IMDA, 87 persen penduduk Singapura berusia 15 tahun ke atas kini mengakses platform video media sosial utama seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook setiap minggu.

Belakangan ini, popularitas format video pendek, drama mikro, serta produksi konten yang memanfaatkan bantuan teknologi AI juga dilaporkan terus melejit tajam di kalangan netizen.

Melihat fenomena tersebut, IMDA menegaskan komitmen penuh untuk menyuntikkan inovasi ke dalam ekosistem media di Negeri Singa. 

Pihak otoritas berharap stimulus ini dapat memacu industri media Singapura untuk melahirkan format konten digital baru sekaligus memperkuat kapabilitas digital mereka agar tetap inovatif, relevan, dan mampu bersaing di kancah global.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: