10 Debutan Curi Perhatian di Laga Pembuka Piala Dunia 2026: Ada Haaland hingga Yan Diomande
BeritaNasional.com - Babak pertama penyisihan grup Piala Dunia 2026 langsung menyajikan kejutan besar. Menariknya, turnamen sepak bola terakbar ini tidak hanya menjadi milik para megabintang lama.
Sederet pemain debutan yang baru pertama kali merayakan atmosfer Piala Dunia justru langsung tampil menggila dan mencuri perhatian global.
Mulai dari mesin gol mematikan, talenta muda sensasional, hingga kisah inspiratif penjaga gawang veteran, berikut adalah para debutan yang sukses mengguncang matchday pertama versi FIFA.
1. Vozinha (Cape Verde)
Siapa bilang Piala Dunia hanya untuk yang muda? Di usia 40 tahun, Vozinha membuktikan bahwa mimpi tidak punya batas kedaluwarsa.
Menghadapi raksasa dunia, Spanyol, kiper Cabo Verde ini tampil heroik dengan mencatatkan 7 penyelamatan krusial.
Hasil imbang 0-0 ini tidak hanya bersejarah bagi negaranya, tetapi juga membuat Vozinha memenangkan jutaan hati penggemar di seluruh dunia.
2. Erling Haaland (Norwegia)
Publik dibuat penasaran bagaimana debut Erling Haaland di Piala Dunia setelah Norwegia lama absen. Hanya butuh 29 menit bagi sang predator untuk mencetak gol pertamanya lewat skema khas, menerobos kotak penalti dan menyambut umpan Antonio Nusa.
Haaland bahkan mencetak brace (dua gol) setelah memanfaatkan blunder kiper Irak dalam kemenangan telak Norwegia 4-1.
3. Nestory Irankunda (Australia)
Lahir di kamp pengungsian Tanzania setelah keluarganya melarikan diri dari perang saudara di Burundi, takdir membawa Irankunda ke Australia saat berusia 3 bulan.
Bertahun-tahun kemudian, ia membalas budi negara yang menampungnya lewat aksi memukau di atas lapangan. Pemain muda ini mencetak gol pembuka yang indah dalam kemenangan 2-0 Socceroos atas Turki.
4. Folarin Balogun (Amerika Serikat)
Bermain di hadapan publik sendiri, penyerang nomor 20 AS ini menjadi bintang utama saat melumat Paraguay 4-1.
Balogun mengemas dua gol berkelas, yang sekaligus menobatkan dirinya sebagai pemain AS pertama yang mampu mencetak brace dalam satu laga Piala Dunia sejak hampir satu abad lalu (tahun 1930).
5. Ayyoub Bouaddi (Maroko)
Di tengah taburan bintang mahal dalam laga Maroko vs Brasil di New York, perhatian penonton justru tersedot pada remaja berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi.
Bermain di lini tengah, ia tampil dingin dan sukses mengimbangi para gelandang veteran Premier League seperti Casemiro dan Bruno Guimaraes.
Bouaddi menjelajah lapangan sejauh 11.872 meter dan melepaskan 59 operan sukses yang menghubungkan lini pertahanan dan menyerang Maroko.
6. Yan Diomande (Pantai Gading)
Pemain sayap 19 tahun ini mengacak-ngacak pertahanan rapat Ekuador dengan 4 dribel sukses dan menciptakan 5 peluang, membawa negaranya menang 1-0.
7. Michael Olise (Prancis)
Berubah peran ke sektor sentral di babak kedua, winger Bayern Munich ini melepaskan umpan brilian yang memecah kebuntuan untuk gol Kylian Mbappe, mengunci kemenangan Prancis 3-1 atas Senegal.
8. Nathaniel Brown (Jerman)
Kejutan dalam racikan Julian Nagelsmann, bek kiri ini tampil agresif dengan sumbangan satu gol dan satu assist saat Jerman membantai Curacao 7-1.
9. Alexander Isak (Swedia)
Memimpin lini depan Swedia dengan torehan satu gol dan dua assist, mengantar timnya menang besar 5-1 atas Tunisia.
10. Elijah Just (New Zealand)
Menandai kembalinya Selandia Baru sejak 2010, Just memborong dua gol indah saat menahan imbang Iran 2-2, termasuk satu gol yang dijagokan menjadi gol terbaik turnamen.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 20 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






