Menko Polkam Pastikan Pemantauan di Wilayah Konflik Terus Dilakukan, Usai 22 WNI Dipulangkan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:43 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago (Beritanasional/Bachtiar)
Menko Polkam Djamari Chaniago (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan negara hadir untuk melindungi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun berada, termasuk mereka yang berada di wilayah terdampak konflik. 

Penegasan tersebut disampaikan menyusul tibanya gelombang pertama 22 dari 32 WNI yang telah dievakuasi dari Iran dan telah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (10/3/2026).

“Sebanyak 22 WNI berhasil dipulangkan ke tanah air setelah menempuh perjalanan udara melalui jalur transit di Baku, Azerbaijan, sebelum akhirnya tiba di Jakarta,” kata Djamari dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Djamari memastikan, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama perwakilan Republik Indonesia di kawasan terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan di wilayah untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman.

Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan koordinasi yang dilakukan oleh Kemlu beserta seluruh unsur terkait dalam proses evakuasi 22 WNI dari wilayah Iran.

“Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada WNI. Sekaligus memastikan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika konflik internasional,” tuturnya. 


Oleh sebab itu, Djamari menyampaikan pemerintah masih terus memantau kondisi di Timur Tengah secara berkelanjutan. Sembari menyiapkan tahapan evakuasi lanjutan bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak. 

“Pemerintah juga mengimbau para WNI yang berada di kawasan konflik Timur Tengah untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat guna memastikan keselamatan dan kelancaran proses repatriasi,” ucapnya.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: