Presiden Prabowo Dorong Kinerja Danantara Capai Return 5 Persen

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21 WIB
Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia. (Foto/Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia. (Foto/Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Dana Anagata Nusantara (Danantara) untuk memperkuat pengelolaan aset negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan bahwa target jangka panjang Danantara masih besar, sehingga jajaran pimpinan lembaga tersebut harus terus meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara.

“Dalam tahun pertama ini, walaupun saya ucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi saudara-saudara, saya ingatkan sasaran masih cukup jauh,” kata Prabowo.

Presiden berujar, perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya memiliki tingkat pengembalian aset atau return on asset minimal 10 persen. Namun, pada tahap awal, ia menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu memberikan pengembalian minimal 5 persen setiap tahun.

“Dengan return on asset 5 persen, Danantara diharapkan mampu mengembalikan sekitar 50 miliar dolar AS per tahun, setara dengan 800 triliun rupiah,” ujar Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara mengapresiasi capaian kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya. Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat pengembalian aset pada 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya dapat laporan, saya cukup gembira. Return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini,” ucap Prabowo.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan negara dalam satu manajemen terintegrasi.

“Tidak mungkin suatu manajemen berjalan baik jika tidak dikendalikan secara terpusat. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan ternyata saya baru tahu, lebih dari seribu perusahaan,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: