Prabowo Hadiri Tasyakuran HUT Pertama Danantara: Indonesia Punya Sovereign Wealth Fund ke-6 Terbesar Dunia

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21 WIB
Presiden Prabowo hadiri HUT pertama Danantara (Foto/Setpres)
Presiden Prabowo hadiri HUT pertama Danantara (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). 

Dalam acara tersebut, Presiden menyoroti peran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Kita bersyukur, kita sekarang sudah punya suatu badan yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengapresiasi capaian Danantara selama satu tahun terakhir sejak lembaga tersebut berdiri pada Februari tahun lalu. 

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan yang baik serta adanya kemauan politik yang kuat.

“Kita juga bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan will yang benar, dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasil sudah kelihatan,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, keberadaan Danantara memberi kekuatan baru bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Kita bisa membuktikan bahwa kita punya kekuatan. Kita bisa membuktikan bahwa kita adalah negara yang besar, yang punya kekuatan yang akan kita bangun tentunya bersama-sama dengan kekuatan yang ada di Indonesia ini," kata Rosan.

"Dan kita pun terbuka untuk mereka apabila mereka bersama-sama membangun bersama dengan kita, kita pun selalu terbuka,” tambah dia.

Rosan berharap, Danantara dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.

“Kami di Danantara juga melihat ada arti yang lebih besar dari itu. Bagaimana penciptaan pertumbuhan delapan persen, tetapi di saat bersamaan kita juga melakukan pemerataan sehingga delapan persen ini benar-benarkan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tandasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: