20 Persen Pasokan Minyak Dunia Terancam, Iran Pertahankan Penutupan Selat Hormuz

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 | 10:00 WIB
Selat Hormuz (Foto/doc. UKMTO)
Selat Hormuz (Foto/doc. UKMTO)

BeritaNasional.com - Seorang mantan komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali dalam waktu dekat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mohsen Rezaei, seperti dikutip kantor berita pemerintah Iran. Ia menegaskan bahwa keamanan di kawasan tersebut tidak akan tercapai tanpa perubahan besar dalam kehadiran militer di Teluk Persia.

"Tanpa Amerika Serikat meninggalkan Teluk Persia dan kendali atas Selat Hormuz berada di tangan negara-negara regional dan Oman," kata Rezaei, "keamanan tidak dapat dicapai."

Rezaei juga menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang berada di tangan Iran. Menurutnya, Teheran hanya akan mempertimbangkan langkah tersebut jika menerima kompensasi dari Amerika Serikat serta jaminan keamanan di masa depan.

Ia menambahkan bahwa jaminan tersebut hanya dapat terwujud apabila Amerika Serikat menarik kehadiran militernya dari kawasan Teluk Persia.

Di sisi lain, pemerintah Iran mengizinkan sejumlah kapal asal India melintasi Selat Hormuz. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan stasiun televisi India Today di New Delhi.

Namun, Fathali tidak mengungkapkan jumlah kapal India yang telah diberikan jalur aman melalui selat tersebut.

Pemberian izin tersebut menjadi pengecualian langka di tengah kebijakan pembatasan lalu lintas kapal yang diterapkan Iran. Kebijakan itu berdampak pada pasokan energi global karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran, pemerintah Teheran sebagian besar menghentikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Jalur laut yang berada di sepanjang pesisir Iran tersebut merupakan rute penting bagi pengiriman energi global.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair yang diangkut melalui jalur laut diketahui melewati Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional.

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: