Ribuan Warga Spanyol Turun ke Jalan, Tuntut Konflik Timur Tengah Diakhiri

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 | 12:15 WIB
Ribuan orang turun ke jalan dalam aksi protes penghentian konflik Timur Tengah di Madrid, Spanyol. (BeritaNasional/X Power To The People)
Ribuan orang turun ke jalan dalam aksi protes penghentian konflik Timur Tengah di Madrid, Spanyol. (BeritaNasional/X Power To The People)

BeritaNasional.com - Ribuan warga turun ke jalan dan melakukan aksi protes menentang komflik di Timur Tengah di lebih dari 150 kota di Spanyol. Mereka menuntut agar konflik diakhiri dan hukum internasional dipatuhi oleh semua pihak. 

Melansir laporan RIA Novosti pada Sabtu (14/3/2026), aksi protes yang berlangsung di Madrid, penegak hukum setempat menyebut ada sekitar 5.000 warga berkumpul di dekat stasiun Atocha. Aksi itu kemudian berlanjut di dekat Pusat Seni Museum Nasional Ratu Sofia yang menyimpan lukisan Guernica karya Pablo Picasso, yang merupakan salah satu simbol seni anti-perang paling terkenal.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa meneriakkan "Tidak untuk perang", "Tidak untuk NATO", dan "Siapa yang memutuskan di sini? Rakyat Iran".

Aksi protes nasional itu juga meneriakkan slogan "Setop Perang Timur Tengah. Jangan Lupakan Gaza". Lebih dari 100 kelompok sipil dan partai politik di Spanyol pun mendukung aksi tersebut.

"Tidak ada yang membenarkan pemboman brutal AS dan Israel yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian kawasan dan keamanan global. Kami mendesak semua demokrat untuk mengutuk agresi ini, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mengupayakan perdamaian yang adil dan langgeng di Kawasan Timur Tengah termasuk mengakhiri genosida di Gaza," demikian bunyi deklarasi tertulis para demonstran.

Protes serupa juga terjadi di kota-kota besar seperti Barcelona, Seville, Zaragoza, Santander, dan Cordoba.

Sebelumnya, pada Jumat (13/3/2026), Kedutaan Besar AS di Spanyol mengimbau warganegaranya untuk menghindari acara massal karena kemungkinan adanya protes, memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat "meningkat dengan cepat".

Iran menyerang wilayah Israel dan target militer AS di seluruh Timur Tengah untuk membalas operasi militer gabungan yang diluncurkan AS-Israel pada 28 Februari. Hari pertama aksi militer tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dan sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 jiwa.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: