Anggota Parlemen Iran Sebut Ukraina Kini Jadi Target Serangan

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi perang Iran vs Israel-AS (Foto/Freepik)
Ilustrasi perang Iran vs Israel-AS (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Hubungan diplomatik antara Iran dan Ukraina memanas. Seorang pejabat tinggi parlemen Iran secara terbuka menyatakan seluruh wilayah Ukraina kini menjadi target militer yang sah bagi Iran.

Ancaman ini muncul di tengah panasnya keterlibatan berbagai negara dalam konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi melontarkan pernyataan keras melalui platform media sosial X pada Sabtu (14/3/2026). 

Ia menuduh Ukraina telah mencampuri urusan dalam negeri Iran dengan memberikan bantuan militer kepada Israel.

Menurut Azizi, tindakan Kiev tersebut memberikan dasar hukum bagi Iran untuk melakukan serangan balasan berdasarkan hukum internasional.

"Dengan memberikan dukungan drone kepada rezim Israel, Ukraina yang gagal secara efektif telah terlibat dalam perang dan, berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menjadikan seluruh wilayahnya sebagai target yang sah bagi Iran," tulis Azizi.

Pemerintah Ukraina tidak tinggal diam menghadapi gertakan tersebut. Kementerian Luar Negeri Ukraina segera merilis pernyataan resmi yang membantah tuduhan tersebut dan melabeli ancaman Iran sebagai sesuatu yang "absurd" atau tidak masuk akal.

Sebelumnya, pada Jumat (13/3/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim bahwa keahlian timnya dalam menangani teknologi drone mulai diakui dunia. 

Ia menyebut ada lebih dari 10 negara yang telah meminta bantuan Kiev untuk mempelajari cara melawan serangan drone buatan Iran.

Di sisi lain, klaim Zelensky mengenai bantuan teknologi drone tersebut justru mendapat respons dingin dari Washington. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meremehkan kemampuan teknologi Ukraina.

Trump menegaskan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan dari Kiev terkait teknologi pertahanan udara. "Kami memiliki drone terbaik di dunia," ujar Trump.

Eskalasi retorika antara Teheran dan Kiev ini menambah kerumitan peta konflik global. Teknologi drone kini menjadi pusat perselisihan antara blok-blok kekuatan besar.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: