Kakorlantas Ungkap Angka Kematian Akibat Kecelakaan di Jabar Turun 91 Persen

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 | 19:20 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho (Beritanasional/Bachtiar)
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif pada awal musim mudik tahun ini. 

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaporkan adanya penurunan drastis pada tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan hingga hari ketiga Operasi Ketupat 2026, angka kematian akibat kecelakaan di Jawa Barat menurun hingga 91 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

"Indikator fatalitas korban menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Jika tahun lalu pada hari ketiga tercatat 26 orang meninggal dunia, saat ini baru satu orang," ujar Agus saat meninjau Posko Terpadu di Rest Area Km 57 A Tol Jakarta–Cikampek pada Minggu (15/3/2026).

Secara nasional, tren positif juga terlihat dengan penurunan tingkat fatalitas sebesar 45 persen dibandingkan tahun lalu. 

Agus menilai hal ini sebagai tanda awal keberhasilan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengamankan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga perayaan Nyepi.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Rekayasa Lalin

Meski kondisi lalu lintas saat ini terpantau tertib dan terkendali, Polri tetap bersiaga penuh menghadapi lonjakan kendaraan. Irjen Pol Agus memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Selasa dan Rabu, 18 Maret 2026

Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem lawan arus (contraflow) hingga sistem satu arah (one way) di titik-titik krusial.

Di lokasi yang sama, Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol La Ode Aries El Fathar menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal pemudik yang melintasi maupun menuju wilayah Jawa Barat. 

Keberhasilan menekan angka kecelakaan ini disebut sebagai buah dari persiapan matang sebelum operasi dimulai.

"Manajemen pengelolaan keamanan (harkamtibmas) sudah kami lakukan jauh-jauh hari, diawali dengan Operasi Keselamatan untuk memberikan edukasi berlalu lintas kepada masyarakat," jelas La Ode.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: