Sempat Macet Parah, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Terurai
BeritaNasional.com - Upaya mengatasi kemacetan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai membuahkan hasil.
Memasuki Minggu (15/3/2026), antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan berangsur terurai berkat percepatan operasional kapal dan rekayasa lalu lintas yang diperketat.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan kepolisian terus bersinergi di lapangan untuk memastikan arus kendaraan dari Bali menuju Jawa kembali bergerak normal.
Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menjelaskan kunci dari mulai terurainya kepadatan ini adalah optimalisasi armada dan penerapan pola operasional yang lebih taktis.
“Sejak akhir pekan, kami melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” ujar Windy.
Hingga Minggu malam pukul 19.00 WITA, tercatat 33 unit kapal dikerahkan untuk melayani penyeberangan.
Armada tersebut mencakup 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal Landing Craft Machine (LCM), serta 3 unit LCM tambahan guna mempercepat daya angkut.
Meski mulai bergerak, ekor antrean kendaraan terpantau masih cukup panjang. Pada pukul 17.00 WITA, kepadatan kendaraan masih mencapai kawasan Desa Tuwed, tepatnya di sekitar Kantor Perbekel, atau sekitar ±20 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Antrean ini didominasi oleh kendaraan logistik dan mobil pribadi pemudik.
Untuk mempercepat siklus pelayaran, pola TBB tetap diberlakukan di Dermaga LCM bagi tiga unit kapal.
Dengan pola ini, kapal yang bersandar hanya membongkar muatan dan langsung berangkat kembali tanpa memuat penumpang di dermaga tersebut, sehingga waktu tunggu di laut dapat dipangkas signifikan.
Di sisi lain, kelancaran arus sempat terkendala oleh masih adanya truk sumbu tiga atau lebih yang nekat beroperasi meskipun pembatasan angkutan barang telah diberlakukan sejak 13 Maret 2026.
Hal ini sempat disoroti oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, karena berpotensi menambah beban kepadatan di area pelabuhan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Kepolisian kini memperketat rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan ke kantong parkir (buffer zone) serta menghentikan sementara perjalanan truk-truk besar menuju pelabuhan.
Namun, kondisi cuaca di Selat Bali saat ini sangat mendukung. Meski berawan tebal, tinggi gelombang hanya berkisar 0,3–0,6 meter dengan kecepatan angin yang relatif rendah, sehingga proses sandar-lepas kapal berjalan lancar.
Windy menegaskan pihaknya akan terus bersiaga hingga kondisi benar-benar normal.
“Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar,” tandasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







