Inggris Tolak Bantu Trump, Operasi Selat Hormuz Bukan Misi NATO
BeritaNasional.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, operasi untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak akan dilakukan di bawah naungan NATO.
"Kami bekerja sama dengan pihak lain untuk menyusun rencana yang kredibel untuk Selat Hormuz guna memastikan bahwa kami dapat membuka kembali jalur pelayaran," katanya.
"Izinkan saya tegaskan, hal itu tidak akan dan tidak pernah direncanakan sebagai misi NATO. Itu harus menjadi aliansi mitra, itulah sebabnya kami bekerja sama dengan mitra di Eropa, di Teluk, dan dengan AS," kata Starmer.
Sebelumnya pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk mengamankan salah satu jalur perdagangan minyak global yang paling penting.
Ia mengancam keras sekutu NATO bahwa aliansi tersebut menghadapi masa depan yang sangat buruk jika tidak membantu AS di bawah Trump.
Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski juga menolak usulan Trump, dengan mengatakan pemerintahnya tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam misi semacam itu.
Harian Financial Times melaporkan bahwa Prancis juga telah menolak permintaan Trump.
Juru Bicara Pemerintah Yunani Pavlos Marinakis mengatakan, Yunani akan menolak berpartisipasi jika misi tersebut diperluas ke Selat Hormuz.
Eskalasi di sekitar Iran menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz terhenti secara de facto.
Selat tersebut merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga memengaruhi ekspor dan produksi minyak kawasan.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 13 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







