Nvidia Perkenalkan Teknologi AI Baru, DLSS 5 hingga Vera Rubin
BeritaNasional.com - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Nvidia kembali mengukuhkan dominasinya di dunia kecerdasan buatan (AI). Dalam konferensi pengembang tahunan GTC yang digelar di San Jose, California, Senin (16/3/2026) waktu setempat, Nvidia meluncurkan rangkaian inovasi mutakhir mulai dari grafis, infrastruktur komputasi, hingga perangkat lunak generasi terbaru.
DLSS 5, Rendering Grafis Berbasis AI
Salah satu sorotan utama dalam ajang ini adalah diperkenalkannya DLSS 5, teknologi rendering grafis berbasis AI yang diklaim akan mengubah wajah industri gaming dan visual.
Berbeda dengan teknologi sebelumnya, DLSS 5 menggabungkan data grafis 3D tradisional dengan model AI generatif.
Sistem ini mampu memprediksi dan mengisi detail visual yang hilang secara otomatis. Hasilnya, gambar jauh lebih realistis namun dengan beban komputasi yang lebih ringan bagi GPU.
CEO sekaligus pendiri Nvidia Jensen Huang menyebut inovasi ini sebagai tonggak sejarah baru.
"Dua puluh lima tahun setelah Nvidia menciptakan shader yang dapat diprogram, kami kembali menciptakan kembali grafis komputer," kata Huang.
"DLSS 5 adalah momen GPT untuk grafis memadukan rendering buatan tangan dengan AI generatif untuk menghadirkan lompatan dramatis dalam realisme visual sambil mempertahankan kendali yang dibutuhkan seniman untuk ekspresi kreatif," paparnya.
Vera Rubin, Monster Komputasi Masa Depan
Dari sisi perangkat keras, Nvidia mengonfirmasi kehadiran sistem komputasi AI generasi berikutnya yang diberi nama Vera Rubin. Arsitektur ini dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.
Vera Rubin bukanlah perangkat biasa. Terdiri dari sekitar 1,3 juta komponen, sistem ini dirancang untuk memberikan efisiensi luar biasa.
Nvidia mengeklaim performa per watt Vera Rubin meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan pendahulunya, sistem Grace Blackwell. Ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan AI akan jauh lebih bertenaga dan tetap hemat energi.
Ekosistem Perangkat Lunak NemoClaw
Tak berhenti di perangkat keras, Nvidia juga memperkuat sisi perangkat lunak dengan memperkenalkan NemoClaw.
Ini adalah tumpukan perangkat lunak (software stack) yang dirancang khusus untuk mendukung pengembangan dan penerapan agen-agen AI pada platform OpenClaw.
Sumber: TechCrunch
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
POLITIK | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







