Ini Alasan Prabowo dan Sejumlah Negara Muslim Gabung BOP

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 20 Maret 2026 | 10:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Inaugural Meeting of Board of Peace. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto dalam Inaugural Meeting of Board of Peace. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa alasan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) adalah untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikannya dalam siaran “Presiden Prabowo Menjawab” bersama pakar dan jurnalis yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026).

Prabowo mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang, termasuk melihat peluang dari proposal perdamaian yang dinilai membuka jalan bagi kemerdekaan Palestina.

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung," kata Prabowo.

Ia menjelaskan, keterlibatan Indonesia bermula saat menghadiri Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kemudian diundang Presiden AS Donald Trump bersama tujuh negara mayoritas Muslim untuk membahas rencana perdamaian Gaza.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Prabowo, negara-negara tersebut menilai penting untuk masuk ke dalam mekanisme BoP agar dapat memengaruhi kebijakan yang berpihak pada Palestina.

“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,” ujar Prabowo mengingat kembali momen itu.

Menurutnya, bergabung dalam BoP merupakan langkah realistis dibandingkan berada di luar forum tersebut.

"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ucap Prabowo.

“Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk," tambah dia.

Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan ragu keluar dari BoP jika dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional maupun perjuangan Palestina.

“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," tegas Presiden.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia yang konsisten membela kemerdekaan Palestina.

"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: