Sri Lanka Tolak Permintaan AS Izinkan Jet Tempurnya Mendarat di Negaranya

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Sabtu, 21 Maret 2026 | 23:30 WIB
Ilustrasi pesawat tempur (Foto/Pixabay)
Ilustrasi pesawat tempur (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengatakan, negaranya menolak permintaan dari AS untuk mengizinkan dua jet tempurnya mendarat di Bandara Internasional Mattala, menurut media lokal.

Ketika berbicara di parlemen, Dissanayake mengatakan, Kolombo telah menerima permintaan terpisah pada 26 Februari – satu dari Iran yang meminta izin bagi tiga kapal angkatan laut untuk melakukan kunjungan persahabatan, menurut laporan News 1st.

Sedangkan permintaan satu lagi dari AS yang meminta izin pendaratan untuk dua pesawat tempur yang ditempatkan di dekat Djibouti untuk mendarat di Bandara Internasional Mattala, menurut laporan itu.

"Dengan dua permintaan di hadapan kami, keputusannya jelas," katanya.

Pemerintah menolak keduanya untuk menghindari berpihak karena tanda-tanda peningkatan konflik muncul secara internasional.

Menurut New York Times, AS ingin mendarat dan memarkir dua pesawat militer yang sarat dengan senjata dan amunisi di Sri Lanka hanya dua hari sebelum serangan pertamanya ke Iran.

Presiden itu menekankan, memberikan akses kepada salah satu pihak dapat mengkompromikan sikap netral Sri Lanka dan berisiko menyeret negara itu ke dalam konflik yang lebih dalam.

Untuk melindungi netralitas Sri Lanka, izin ditolak untuk kedua permintaan tersebut.

Dia memperingatkan bahwa jika izin diberikan kepada pihak mana pun, hal itu dapat mengekspos lokasi-lokasi penting, termasuk Bandara Internasional Mattala dan Pelabuhan Kolombo, terhadap ketegangan geopolitik.

"Kami tidak akan melakukan itu," kata Dissanayake, menegaskan kembali bahwa Sri Lanka tidak akan berada di bawah tekanan untuk meninggalkan netralitasnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: