Pemerintah Godok Aturan WFH 1 Kali Seminggu, Bukan karena BBM

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:06 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbincang dengan wartawan Istana Kepresidenan di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbincang dengan wartawan Istana Kepresidenan di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tengah menggodok aturan pemberlakuan Work From Home (WFH) satu kali dalam sepekan.

Prasetyo menegaskan kebijakan ini bukan karena adanya kendala stok BBM. Menurutnya, WFH justru menjadi bagian dari upaya perbaikan sistem kerja.

"Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM. Sebagaimana yang terus kita sampaikan, insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman. Tetapi kita ingin menjadikan momentum ini sebagai bagian untuk mengoreksi diri, memperbaiki diri, dan mengefisienkan kerja," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan WFH hanya akan berlaku bagi sektor pekerjaan tertentu agar tidak mengganggu industri, perdagangan, dan layanan publik.

"Supaya tidak disalahpahami, sektor yang berbentuk pelayanan, sektor industri, dan perdagangan tentu tidak menjadi bagian dari kebijakan tersebut," ujar Prasetyo.

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji aturan ini secara matang agar tidak ada sektor yang terdampak.

"Mungkin dalam waktu dekat rumusan kebijakan itu akan kita luncurkan dan sampaikan kepada masyarakat," tegasnya.

"Ini kan tadi sudah dijelaskan baru digodok, baru dirumuskan. Tentu itu pasti kita pikirkan semuanya," tambahnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: