Catat! Ini Tanggal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 yang Harus Dihindari Pemudik

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 23 Maret 2026 | 12:31 WIB
Gerbang Tol Cikampek Utama (Foto/Jasa Marga).
Gerbang Tol Cikampek Utama (Foto/Jasa Marga).

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengingatkan para pemudik agar mewaspadai potensi kepadatan arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Para pemudik diminta mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau di luar puncak arus balik agar tidak terjebak kemacetan panjang menuju wilayah Jabotabek.

Dudy mengatakan, puncak arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi lebih dari satu gelombang, dengan lonjakan tertinggi diprediksi berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026. Volume kendaraan pada periode tersebut bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik sebelumnya.

“Berdasarkan data perhitungan yang kami dapatkan di JMTC, puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada hari Selasa, 24 Maret 2026, dengan perkiraan volume lebih dari 285 ribu kendaraan,” kata Dudy dalam keteranganya, dikutip Senin (23/3/2026).

Menurut Dudy, hasil analisis menunjukkan volume kendaraan saat puncak arus balik berpotensi melampaui jumlah kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian para pemudik agar tidak seluruhnya kembali ke Jabotabek pada waktu yang bersamaan.

“Jumlah ini lebih besar dari puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 sebesar 270.315 kendaraan,” jelasnya.

Karena itu, Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk menghindari tanggal-tanggal yang diprediksi menjadi puncak arus balik, yakni 24, 28, dan 29 Maret 2026. Langkah ini dinilai penting agar distribusi arus kendaraan lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada hari-hari tertentu yang rawan memicu kemacetan parah.

Sebagai alternatif, Dudy meminta masyarakat memanfaatkan cuti bersama maupun skema Work From Anywhere (WFA) yang telah dianjurkan pemerintah agar perjalanan arus balik bisa dilakukan lebih fleksibel dan nyaman.

“ Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2025 dengan masa Work From Anywhere yang diimbau Pemerintah,” ujar Dudy.

Maka dari itu, pemerintah berharap masyarakat dapat menghindari kepadatan arus kendaraan saat arus balik Lebaran. Selain lebih nyaman, langkah ini juga diharapkan membantu mengurangi risiko penumpukan kendaraan di ruas-ruas tol utama menuju Jabotabek.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: