Harga Hotel di Dubai dan Abu Dhabi Anjlok hingga 75 Persen Imbas Konflik Timur Tengah
BeritaNasional.com - Imbas konflik bersenjata yang berlangsung di Timur Tengah, harga sejumlah hotel berbintang di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), anjlok hingga 75 persen.
Melansir hasil analisis kantor berita RIA Novosti, harga per hari untuk dua tamu dengan tanggal inap awal April, ditemukan bahwa rata-rata harga inap per hari di hotel berbintang empat jatuh hingga 75 persen, sementara harga di hotel berbintang lima anjlok lebih dari 66 persen.
Di Abu Dhabi, misalnya, harga kamar di hotel berbintang empat Mercure ditawarkan sebesar 54 dolar AS, jatuh dibanding harga di kisaran 200-250 dolar AS yang ditawarkan pada Januari hingga Februari.
Kondisi serupa juga terjadi di hotel TRYP by Wyndham dengan harga kamar per hari mulai dari 57 dolar AS, Ramada Downtown di harga 54 dolar AS, dan La Quinta by Wyndham di harga 61 dolar AS.
Sementara itu, hotel berbintang lima di Abu Dhabi juga memberlakukan diskon setengah hingga dua per tiga dari harga aslinya. Kamar di hotel Rixos Marina dijual mulai 225 dolar AS per malam, sementara Ritz Carlton mulai dari 231 dolar AS, Shangri-La pada harga 201 dolar AS, dan Raddison di harga 125 dolar AS.
Di Dubai, hotel-hotel berbintang empat yang menjual kamar mereka seharga 50--60 dolar AS antar lain Stella di Mare, Time Oak, dan Hyatt Place.
Untuk harga inap di hotel berbintang lima di Dubai, Dusit Thani menawarkan harga mulai dari 95 dolar AS, kemudian Hilton Jumeirah dari harga 155 dolar AS, Pullman Jumeirah pada harga 90 dolar AS, Raddison Blu di harga 87 dolar AS, dan Movenpick Jumeirah di harga 167 dolar AS.
Adapun suhu pada siang hari di UEA sepanjang bulan April diperkirakan ada pada rentang 25-30 derajat Celsius.
Konflik Timur Tengah terjadi usai AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran pada 28 Februari lalu, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Sebagai tanggapan, Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Antara
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







