Soal Perang Iran, Sejumlah Tentara AS Tegaskan Tak Ingin Mati demi Israel

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 22:29 WIB
Tentara Amerika Serikat. (BeritaNasional/IG Westpoint USMA)
Tentara Amerika Serikat. (BeritaNasional/IG Westpoint USMA)

BeritaNasional.com - Sejumlah tentara Amerika Serikat (AS) mengaku kecewa dengan kampanye serangan militer terhadap Iran, mereka pun menegaskan tidak ingin mati untuk Israel dengan berbagai keluhan mulai dari kerentanan, psikologis, hingga ingin meninggalkan karier militernya.

Berdasarkan laporan situs web HuffPost dengan mengutip sejumlah sumber, publikasi tersebut mewawancarai personel militer, pasukan cadangan AS, dan organisasi hak asasi manusia (HAM) yang membela personel militer.

Mereka mengklaim bahwa beberapa personel yang terlibat dalam konflik ini mengeluh tentang kerentanan, stres berat, tekanan psikologis, dan rasa frustrasi, bahkan mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan karier kemiliteran.

"Saya mendengar dari mulut para anggota militer kata-kata, 'Kami tidak ingin mati untuk Israel, kami tidak ingin menjadi pion-pion politik,'" kata seorang pasukan cadangan dan mentor prajurit muda seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Melansir laporan yang sama, anggota pasukan cadangan lain, yang tetap berhubungan dengan militer yang terlibat dalam konflik tersebut, juga berbicara tentang tren serupa.

Publikasi itu juga menekankan bahwa ketidakpuasan di dalam militer AS terkait dengan operasi Washington di Timur Tengah, serta masalah moral di antara para anggota militer, dapat membuat kampanye tersebut semakin mungkin untuk tidak berhasil.

Mereka pun mencatat bahwa sejumlah pasukan cadangan menyebut adanya kurangnya narasi yang jelas dan konsisten, yang dapat memberikan pembenaran akan agresi yang telah dilakukan oleh AS bersama-sama dengan Israel dalam melawan Iran, sebagai faktor utama yang menurunkan moral.

Sebelumnya pada Jumat (20/3/2026), CBS News melaporkan dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut, bahwa Pentagon telah menyiapkan rencana terperinci untuk kemungkinan pengerahan pasukan darat di Iran.

Langkah itu dilakukan Pentagon dalam rangka memberikan pemerintahan Trump berbagai opsi skenario militer di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Diketahui, perang Iran dan konflik Timur Tengah dimulai oleh serangan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: