Produsen Mobil China Geser Jepang di Puncak Penjualan Global

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB
Logo BYD. (Foto/CarNewsChina)
Logo BYD. (Foto/CarNewsChina)

BeritaNasional.com - Lanskap industri otomotif dunia mengalami pergeseran besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, produsen mobil asal China berhasil melampaui raksasa otomotif Jepang dalam angka penjualan kendaraan global.

Laporan terbaru dari Nikkei mengungkapkan dominasi Jepang yang telah bertahan sejak tahun 2000 akhirnya runtuh. 

Tren ini menandai babak baru persaingan otomotif yang kini dipimpin oleh negeri tirai bambu.

Berdasarkan data platform MarkLines, total penjualan global pabrikan mobil Jepang mengalami penurunan tipis menjadi sekitar 25 juta unit pada 2025. 

Di sisi lain, produsen mobil China justru tancap gas dengan mencatatkan angka penjualan fantastis mencapai hampir 27 juta unit di tahun yang sama.

Keberhasilan ini menempatkan China di posisi teratas dunia, mengakhiri rekor panjang yang sebelumnya dipegang erat oleh merek-merek ikonik asal Negeri Sakura tersebut.

BYD dan Geely Dominasi Peringkat 10 Besar

Pergeseran ini terlihat jelas dalam peringkat perusahaan individu. Raksasa otomotif BYD berhasil menyalip Ford untuk menduduki peringkat keenam global pada 2025.

Prestasi serupa juga diraih oleh Geely yang sukses menggeser Honda untuk mengamankan posisi kedelapan.

Secara total, terdapat enam produsen asal China yang merangsek masuk ke dalam daftar 20 besar dunia, yaitu BYD, Geely, Chery, Changan Automobile, SAIC Motor, dan Great Wall Motors.

Jumlah ini kini melampaui representasi merek Jepang yang hanya menyisakan lima produsen dalam daftar elite tersebut. 

Tak hanya itu, di segmen kendaraan listrik (EV), BYD juga resmi mengukuhkan diri sebagai raja dunia setelah berhasil melampaui angka penjualan Tesla.

Tang Jin, peneliti senior di Mizuho Bank Jepang, menilai fenomena ini bukan sekadar perubahan angka di atas kertas. Menurutnya, ini adalah sinyal restrukturisasi total industri otomotif global.

"Kebangkitan China ke puncak lebih dari sekadar perubahan peringkat sederhana. Ini menandakan restrukturisasi lanskap otomotif global yang didorong oleh kekuatan teknologi canggih, efisiensi biaya, serta kecepatan riset dan pengembangan di China," ujar Tang Jin.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: