Drama MotoGP Brasil 2026: Retakan Aspal hingga Lap Dipangkas

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 24 Maret 2026 | 15:01 WIB
Ajang MotoGP kembali memperluas jangkauan globalnya melalui penyelenggaraan Grand Prix Brasil 2026. (Foto/MotoGP)
Ajang MotoGP kembali memperluas jangkauan globalnya melalui penyelenggaraan Grand Prix Brasil 2026. (Foto/MotoGP)

BeritaNasional.com - Ajang MotoGP kembali memperluas jangkauan globalnya melalui penyelenggaraan Grand Prix Brasil 2026. Balapan yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, ini menandai kembalinya MotoGP ke Brasil setelah terakhir kali digelar pada 2004.

Kehadiran kembali MotoGP disambut antusias oleh para penggemar. Sepanjang akhir pekan, jumlah penonton dilaporkan mencapai hampir 150.000 orang. Atmosfer meriah pun tercipta, terutama saat aksi menyalip dari Marc Marquez yang berhasil memenangi balapan sprint.

Namun di balik kemeriahan tersebut, penyelenggaraan Grand Prix Brasil diwarnai berbagai persoalan teknis yang menimbulkan sorotan. Persiapan sirkuit yang belum sepenuhnya matang hingga mendekati hari balapan menjadi salah satu isu utama.

Sirkuit Goiania yang terakhir digunakan untuk MotoGP pada 1989 harus menjalani pelapisan ulang aspal secara menyeluruh guna memenuhi standar Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Meski pekerjaan selesai tepat waktu, hujan deras menjelang balapan menyebabkan sejumlah area lintasan tergenang air.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada jalannya sesi latihan yang sempat tertunda. Bos tim Trackhouse, Davide Brivio, mengaku kecewa dengan persiapan sirkuit.

“Sangat mengecewakan melihat ini,” katanya kepada Sky Italy. “Meskipun di satu sisi kami senang berada di Brasil dan terus memperluas jangkauan MotoGP, menjelajahi wilayah baru seperti Amerika Selatan, di sisi lain saya kecewa dengan tingkat persiapan sirkuit untuk putaran ini.”

Ia menambahkan, “Banyak sekali pembicaraan tentang bagaimana MotoGP perlu berkembang, meminta tim untuk berinvestasi, meningkatkan visibilitas, dan menyediakan layanan perhotelan tingkat tinggi. Pada saat yang sama, promotor juga harus berperan. Memang benar bahwa sirkuit baru selalu memiliki masalah klasik di tahun pertama, tetapi yang kami inginkan adalah agar MotoGP tidak mampu menanggung situasi seperti itu. Itulah pendapat saya.”

Masalah lain muncul saat sesi Sabtu, ketika lubang terbentuk di luar jalur balap di lintasan lurus pit akibat penurunan permukaan lintasan. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait kualitas aspal yang digunakan.

Situasi semakin memburuk pada hari balapan. Retakan muncul di Tikungan 11 dan 12, yang memaksa panitia mengurangi jumlah lap dari 31 menjadi 23 hanya beberapa menit sebelum start. Keputusan mendadak ini menimbulkan kebingungan di antara tim dan pembalap.

Meski demikian, balapan tetap berlangsung tanpa insiden besar. Sejumlah pembalap mengakui adanya risiko dari serpihan aspal yang terlempar ke lintasan.

Marc Marquez menyebut kondisi lintasan memengaruhi performanya di balapan. Sementara itu, Jorge Martin menilai perbaikan darurat yang dilakukan panitia cukup membantu.

“Pada hari Rabu, sepertinya GP hampir dibatalkan. Jadi, berkat semua orang yang bekerja [di sini], kami bisa balapan. Tentu saja, saya tidak tahu mengapa mereka mengadakan balapan yang lebih pendek, tetapi begitu saya berada di belakang Marc [Marquez] dan Fabio [Di Giannantonio] saya mengerti karena beberapa batu mengenai fairing dan tubuh saya,” ujarnya.

Di sisi lain, Marco Bezzecchi memberikan apresiasi terhadap kerja keras penyelenggara.

“Sejujurnya, saya sangat senang dengan pekerjaan yang mereka lakukan pada trek karena mereka menyelesaikan semuanya dalam waktu yang sangat singkat. Upaya yang mereka lakukan [pada hari Sabtu] untuk membuat kami balapan, meskipun mereka menemukan masalah di lintasan lurus, sungguh luar biasa. Jadi, saya pikir penyelenggara telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tentu saja, kami mengalami beberapa masalah di trek, tetapi ini adalah permukaan yang benar-benar baru, bagian luar trek yang benar-benar baru, paddock yang benar-benar baru. Jadi, saya pikir kita harus senang,” kata Bezzecchi.

Sejumlah pihak menilai insiden ini menjadi catatan penting bagi MotoGP, terutama dalam proses homologasi sirkuit. Apalagi, sirkuit baru ini baru mendapatkan status Grade A FIM pada akhir pekan balapan.

Kasus ini mengingatkan pada kejadian serupa di Mandalika pada 2022, saat lintasan juga mengalami kerusakan akibat penggunaan campuran aspal yang tidak tepat.

Ke depan, penyelenggara diharapkan segera melakukan perbaikan menyeluruh agar masalah serupa tidak terulang. MotoGP pun dituntut melakukan evaluasi terhadap proses pengawasan dan standarisasi sirkuit, terutama di tengah ekspansi kalender ke berbagai wilayah baru.

Sumber: Crash.netsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: