Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Puerto Leguizamo, 33 Orang Tewas dan Puluhan Luka

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:45 WIB
Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Puerto Leguizamo. (Foto/istimewa)
Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Puerto Leguizamo. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Sebuah pesawat angkut militer jatuh tak lama setelah lepas landas di Puerto Leguizamo, Kolombia, pada Senin (23/3/2026). Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 33 orang dan melukai sedikitnya 81 lainnya, menurut pejabat setempat.

Wakil Wali Kota Puerto Leguizamo, Carlos Claros, mengatakan sebagian besar korban merupakan anggota militer. Ia juga mengungkapkan bahwa jenazah korban dibawa ke kamar mayat kota, sementara korban luka dirawat di dua klinik setempat sebelum dievakuasi ke kota-kota yang lebih besar.

“Saya ingin berterima kasih kepada warga Puerto Leguizamo yang telah datang membantu para korban kecelakaan ini,” kata Claros kepada stasiun televisi Kolombia RCN dilansir dari NBC News, Selasa (24/3/2026).

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sánchez, menyatakan pesawat tersebut sedang mengangkut pasukan menuju kota lain di wilayah Putumayo saat kecelakaan terjadi.

Angkatan Udara Kolombia dalam pernyataannya menyebutkan sedikitnya 77 orang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian dengan kondisi luka-luka. Hingga kini, jumlah pasti korban jiwa masih dalam proses verifikasi oleh otoritas terkait.

Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan jenis Lockheed C-130 Hercules yang membawa total 121 orang, terdiri dari 110 tentara dan 11 awak pesawat.

Komandan Angkatan Udara Kolombia, Carlos Fernando Silva, mengatakan penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti. “Kecuali bahwa pesawat mengalami masalah dan jatuh sekitar dua kilometer dari bandara,” ujarnya.

Untuk menangani korban, pihak militer mengirim dua pesawat medis dengan kapasitas 74 tempat tidur guna mengevakuasi korban luka ke rumah sakit di Bogotá dan wilayah lainnya.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut sekaligus menyoroti pentingnya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ia menyebut upaya tersebut selama ini terkendala birokrasi.

“Jika pejabat administrasi sipil atau militer tidak mampu menghadapi tantangan, mereka harus disingkirkan,” kata Petro.

Di sisi lain, analis militer Kolombia, Erich Saumeth, menyebut pesawat tersebut merupakan hibah dari Amerika Serikat pada 2020 dan telah menjalani perombakan besar beberapa tahun lalu.

“Saya rasa pesawat ini jatuh bukan karena kekurangan komponen yang bagus,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa investigasi perlu mengungkap penyebab kerusakan mesin sesaat setelah lepas landas.

Menteri Pertahanan Pedro Sánchez juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ada indikasi pesawat tersebut diserang oleh kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.

Sánchez menyebut kecelakaan ini sebagai tragedi besar bagi negara. “Kami berharap doa-doa kami dapat membantu meringankan sebagian dari rasa sakit tersebut,” ujarnya.

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: