Espriella dan Cepeda Bakal Bertarung di Putaran 2 Pilpres Kolombia yang Digelar 21 Juni

Oleh: Kiswondari
Senin, 01 Juni 2026 | 19:59 WIB
Penghitungan suara di Pilpres Kolombia 2026. (BeritaNasional/Viory)
Penghitungan suara di Pilpres Kolombia 2026. (BeritaNasional/Viory)

BeritaNasional.com - Pemilihan umum presiden (pilpres) Kolombia putaran pertama pada Minggu (31/5/2026) telah berakhir, di mana dua dari empat kandidat yakni, Abelardo de la Espriella dan Ivan Cepeda unggul dengan suara di atas 40 persen. Keduanya akan kembali bertarung di putaran kedua Pilpres Kolombia yang akan digelar pada 21 Juni 2026 mendatang.

Kepala Kantor Pemilu Nasional Kolombia Hernan Penagos memuji tingginya partisipasi pemilih dalam pemilihan presiden hari Minggu dan mengkonfirmasi bahwa negara tersebut akan menuju putaran kedua pada 21 Juni.

Penagos mengatakan, sekitar 2,4 juta lebih banyak orang telah memberikan suara dibandingkan putaran pertama pemilihan presiden empat tahun lalu, menyebut angka tersebut sebagai tanda komitmen demokrasi warga Kolombia.

"Saya ingin pertama-tama menyoroti partisipasi warga yang luas dalam proses pemilihan ini. Begitu banyak orang dari berbagai belahan dunia telah mengikuti hari ini dan dapat membuktikan bahwa ini adalah hari yang demokratis, transparan, dan bebas," katanya setelah pemungutan suara ditutup, yangd ikutip dari Viory, Senin (1/6/2026). 

Karena tidak ada kandidat yang memenangkan  di atas 50 persen suara yang dibutuhkan untuk kemenangan putaran pertama, Penagos mengatakan bahwa putaran kedua akan diadakan pada 21 Juni.

Diketahui, kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella dan senator sayap kiri Ivan Cepeda akan berhadapan di putaran kedua. Dengan hampir semua tempat pemungutan suara telah dihitung, de la Espriella memimpin dengan sekitar 43,7 persen suara, sementara Cepeda menyusul dengan sekitar 40,9 persen.

Kemudian, Paloma Valencia berada di urutan ketiga dengan sekitar 6,9 persen, sementara Sergio Fajardo menerima sekitar 4,3 persen, sehingga Kolombia menghadapi putaran kedua yang terpolarisasi antara dua blok politik utama negara itu.

Hasil ini juga menandai kemenangan mengejutkan bagi de la Espriella, seorang pengacara sayap kanan dan tokoh politik pendatang baru yang mencalonkan diri dengan platform keamanan garis keras. Cepeda, seorang senator lama dan sekutu Presiden Gustavo Petro, berkampanye dengan fokus pada negosiasi perdamaian, reformasi sosial, dan keberlanjutan sebagian agenda pemerintah saat ini.

Sumber: Viorysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: