Dampak Perang Iran, SPBU di Kenya Mulai Kekurangan BBM
BeritaNasional.com - Pasokan bahan bakar di Kenya mulai terganggu di tengah meningkatnya ketegangan perang di Iran.
Ratusan SPBU dilaporkan mengalami kekurangan stok, dipicu lonjakan harga minyak global yang tidak diikuti penyesuaian harga di dalam negeri.
Ketua Petroleum Outlets Association of Kenya (POAK), Martin Chomba, mengatakan sekitar 20 persen dari total lebih dari 3.000 SPBU terdampak situasi ini.
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang menahan harga jual di pompa membuat distribusi bahan bakar menjadi tidak seimbang.
“Pasokan kami terbatas. Jika situasi di Timur Tengah terus memanas, dalam dua minggu ke depan bisa terjadi krisis serius dengan banyak SPBU kehabisan bahan bakar,” ujarnya.
Kenya sendiri sepenuhnya bergantung pada impor bahan bakar dari kawasan Timur Tengah melalui kerja sama langsung dengan produsen minyak di negara-negara Teluk. Kondisi ini membuat pasokan dalam negeri sangat sensitif terhadap gejolak geopolitik global.
Di sisi lain, para pelaku usaha mulai bersiap menghadapi potensi kenaikan harga dalam waktu dekat. Sejumlah operator SPBU bahkan diperkirakan akan menahan distribusi stok sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan harga bulan depan.
Sebelumnya, pada 14 Maret, otoritas energi Kenya tetap mempertahankan harga bahan bakar selama 30 hari ke depan, meski harga minyak dunia terus naik.
Kebijakan ini kini dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah tekanan pada rantai pasok di lapangan.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






