Marak Aksi Bunuh Diri, Kenali Gangguan Kesehatan Mental dan Gejalanya!

Oleh: Kiswondari
Rabu, 25 Maret 2026 | 07:31 WIB
Ilustrasi depresi. (Foto/Pixabay)
Ilustrasi depresi. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Beberapa waktu belakangan ini, banyak peristiwa bunuh diri yang terjadi di sekitar kita. Seperti kasus anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT), orang dewasa yang bunuh diri di pusat perbelanjaan di Jakarta dan Medan, dan yang terbaru, percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang perempuan muda di depan Istana Kepresidenan Jakarta pada Minggu (22/3/2026). 

Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masalah kesehatan mental tidak bisa dianggap sepele. Meskipun tidak menyebabkan kematian secara langsung, gangguan mental tetap berdampak buruk bagi kesehatan, mengakibatkan penderitaan berkepanjangan bagi penderita maupun orang terdekat, bahkan memicu timbulnya keinginan untuk bunuh diri. 

Berikut adalah dua jenis gangguan mental yang perlu diketahui, berikut dengan gejalanya yang dilansir BeritaNasional dari laman Kemenkes:

Apa Itu Gangguan Mental

Gangguan mental atau mental health disorders bisa dikatakan sebagai suatu penyakit (mental illness), yang dapat menyebabkan perubahan pada emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Perubahan ini dikatakan sebagai gangguan jiwa, jika sudah menghambat aktivitas sehari-hari dan gaya hidup normal penderitanya. 

Berikut adalah dua jenis gangguan mental yang umum terjadi di sekitar kita, yang perlu dikenali gejalanya sebagai berikut:

Depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan seseorang merasa sedih berkepanjangan, dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan. Kondisi ini bisa berlangsung lama, mulai dari berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. 

Namun, depresi sering kali terabaikan karena dianggap sebagai gejala stres biasa. Padahal deteksi dini gejala depresi dapat membuka jalan untuk penanganan dan dukungan yang dibutuhkan. Karenanya, penting untuk mengenal gejala-gejala depresi di bawah ini. 

Gejala Depresi

  • Sedih dan murung
  • Kehilangan semangat dan energi
  • Hilang nafsu makan
  • Sulit tidur atau sebaliknya tidur berlebihan
  • Merasa pesimis dan tidak berguna
  • Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Gelisah dan tidak tenang
  • Merasa bersalah dan putus asa
  • Memiliki pikiran menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
  • Gangguan fisik, seperti nyeri punggung dan sakit kepala.

Faktor Pemicu Depresi

  • Mengalami peristiwa traumatis, seperti kehilangan orang yang dicintai, kekerasan, kebangkrutan, atau kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian.
  • Riwayat gangguan kesehatan mental dalam keluarga.
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat terlarang, atau konsumsi obat berlebihan.
  • Menderita penyakit kronis yang sulit disembuhkan, seperti kanker, HIV/AIDS, penyakit jantung atau cacat tubuh.
  • Memiliki kepribadian yang lemah dan tidak mandiri, serta terlalu keras dalam menilai diri sendiri.

Namun demikian, perlu dihindari untuk mendiagnosis gangguan mental pada diri sendiri jika mengalami gejala-gejala depresi di atas. Segera cari bantuan dokter atau psikiater untuk melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis, wawancara medis, serta pemeriksaan darah, jika diperlukan, untuk menentukan penyebab dan gejala depresi. 

Setelah diagnosis depresi ditegakkan, dokter  dapat melakukan berbagai cara untuk mengatasinya, seperti terapi psikososial, psikoterapi, atau meresepkan obat antidepresan untuk mengembalikan keseimbangan senyawa kimia dalam otak, yang berfungsi membawa dan mengirimkan pesan ke otak. 

Gangguan Kecemasan

Pada dasarnya, merasa cemas sebenarnya merupakan suatu hal yang wajar, seperti misalnya saat akan melakukan wawancara kerja, ujian di sekolah, atau mengambil keputusan penting. Namun, perasaan cemas ini akan menjadi gangguan kecemasan atau anxiety disorders ketika penderitanya merespons situasi atau hal-hal yang dialaminya dengan perasaan takut, cemas, dan khawatir yang berlebihan, bahkan tanpa alasan yang jelas.

Perlu diketahui bahwa gangguan kecemasan ini bisa berlangsung cukup lama, sehingga berdampak pada kemampuan untuk beraktivitas sehari-hari dan kualitas hidup penderitanya.

Untuk lebih mengenal gangguan mental satu ini, berikut adalah beberapa jenis gangguan kecemasan yang banyak terjadi, antara lain:

1.Gangguan Kecemasan Umum (GAD)
Jenis gangguan mental yang memicu perasaan cemas berlebihan, yang sulit dikendalikan dan berlarut-larut. 

2. Gangguan Kecemasan Sosial (GAK)
Kecemasan berlebihan saat berada dalam situasi sosial dan keramaian, dimana penderitanya akan merasa khawatir akan dihakimi, diejek, atau merasa malu berada di hadapan orang lain.

3. Fobia
Rasa takut dan cemas berlebihan yang dipicu oleh hal-hal, seperti tempat yang tertutup (agoraphobia), atau kejadian yang pernah dialami.

4. Panic Disorder
Serangan panik yang terjadi tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. dan bisa terjadi berkali-kali.

Meskipun berbeda, gejala umum yang dirasakan oleh penderita gangguan kecemasan relatif sama, antara lain:
1.Gejala Psikologis

  • Rasa gelisah, tegang dan sulit tenang
  • Sulit berkonsentrasi atau merasa mudah terganggu
  • Mengalami gangguan tidur.

2. Gejala Fisik

  • Sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan pencernaan
  • Merasa lelah berlebihan
  • Napas tersengal-sengal atau sesak napas
  • Mual
  • Otot tegang atau tremor
  • Keringat dingin
  • Jantung berdebar-debar.

Penyebab Gangguan Kecemasan

Terdapat beberapa pemicu gangguan kecemasan yang perlu diketahui, antara lain:

  • Ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak yang dikenal sebagai neurotransmitter, serta hormon seperti serotonin, dopamin, atau norepinephrine.
  • Kelainan pada otak, dimana terjadi peningkatan aktivitas amygdala, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengelola rasa takut dan cemas.
  • Faktor genetika yang membuat risiko seseorang terserang gangguan kecemasan lebih tinggi.
  • Stres atau trauma yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat mengubah neurotransmitter yang mengendalikan suasana hati Anda, sehingga dapat memicu timbulnya gangguan kecemasan.

Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional atau psikiater jika mengalami gejala gangguan kecemasan.

Masih ada beberapa gangguan kesehatan mental lainnya seperti, gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan makan, gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder (OCD), gangguan stres pasca-trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD), serta beberapa gangguan kesehatan mental lainnya yang umumnya terjadi.

Demikian penjelasan mengenai apa itu kesehatan mental dan dua jenis gangguan kesehatan mental, beserta gejalanya yang perlu diketahui. Segera berkonsultasi dengan psikiater dan dokter kesehatan jiwa terdekat, atau organisasi yang concern dengan kesehatan mental untuk mendapat penanganan tenaga profesional.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: