Sering Disalahkan hingga Budaya Patriarki Buat Perempuan Cenderung Tertutup saat Hadapi Persoalan

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 22 April 2026 | 08:31 WIB
Ilustrasi pola asuh kritikal. (Foto/Pixabay)
Ilustrasi pola asuh kritikal. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Pola asuh sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Bahkan, perempuan yang tumbuh dalam lingkungan dengan pola asuh kritikal, di mana ia sering disalahkan, atau disudutkan, akan cenderung menjadi sosok yang lebih tertutup saat menghadapi persoalan.

“Kalau sejak kecil terbiasa dikritik atau disalahkan, ketika dewasa mereka lebih mudah menarik diri dan memilih diam saat ada masalah,” kata Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ di sela-selasa acara bincang-bincang dalam peringatan Hari Kartini di Jakarta, yang dikutip Rabu (22/4/2026).

Menurut Elvine, kondisi tersebut berkaitan dengan rasa tidak aman dan pola keterikatan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak. Ketika perempuan merasa respons emosinya tidak diterima atau dianggap berlebihan, mereka bisa menginternalisasi stigma tersebut.

Elvine menjelaskan, stigma tidak hanya datang dari lingkungan sosial, tetapi juga berkembang menjadi self stigma, yakni ketika perempuan menyalahkan diri sendiri atas kondisi yang dialaminya.

“Perempuan bisa merasa kenapa saya begini, kenapa saya terlalu emosional. Padahal proses biologis seperti menstruasi adalah hal normal,” jelasnya.

Ia menambahkan, budaya patriarki yang masih kuat juga memengaruhi keberanian perempuan untuk bersuara. Dalam beberapa kasus kekerasan seksual, korban memilih diam karena takut dihakimi atau bahkan disalahkan.

Menurut Elvine, edukasi perlu dimulai dari rumah dengan pendekatan yang terbuka dan tanpa stigma. Orang tua perlu membicarakan isu menstruasi, kesehatan mental, dan batasan diri secara jujur kepada anak, baik perempuan maupun laki-laki.

“Ketika anak merasa didengar dan tidak dihakimi, mereka akan lebih berani menyampaikan apa yang dirasakan,” ujarnya.

Elvine pun menekankan bahwa untuk membangun lingkungan yang aman dan suportif, menjadi langkah penting untuk mencegah perempuan terus memendam masalah yang berpotensi berdampak pada kesehatan mental jangka panjang.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: