9 Paramedis Tewas dalam 5 Serangan, WHO Soroti Krisis Kesehatan Lebanon
BeritaNasional.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melaporkan sedikitnya sembilan tenaga medis tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan di Lebanon selatan.
Serangan terjadi dalam lima insiden terpisah yang menargetkan tim medis saat bertugas di lapangan.
Serangan Targetkan Tenaga Medis di Beberapa Wilayah
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut para tenaga kesehatan menjadi korban saat menjalankan tugas kemanusiaan di sejumlah desa.
Di Zoutar al-Sharqiya, lima tenaga medis dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka, salah satunya kritis. Sementara di Kfar Tibnit, dua petugas tewas dan tiga lainnya terluka.
Serangan juga terjadi di fasilitas kesehatan di Ghandouriyeh yang menewaskan satu paramedis. Korban jiwa lainnya dilaporkan di Jezzine, serta dua orang terluka di Kfar Dajjal.
WHO menegaskan, serangan berulang terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan berdampak serius pada sistem layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Saat ini:
- 4 rumah sakit terpaksa tutup
- 51 pusat layanan kesehatan primer tidak lagi beroperasi
Sejumlah fasilitas lain hanya berjalan dengan kapasitas terbatas, kondisi ini memperburuk akses layanan kesehatan bagi warga sipil yang terdampak konflik.
PERISTIWA | 17 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







