2,5 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Arus Balik dari Timur Masih Mendominasi

Oleh: Harits Tryan
Minggu, 29 Maret 2026 | 06:01 WIB
Gerbang tol Kalikangkung. (Foto/Jasamarga)
Gerbang tol Kalikangkung. (Foto/Jasamarga)

BeritaNasional.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H+6 Idul Fitri 1447 H atau 11-27 Maret 2026 mencapai 2.561.629 kendaraan.

Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama dari arah Trans Jawa, GT Kalihurip Utama dari arah Bandung, GT Cikupa dari arah Merak, dan GT Ciawi dari arah Puncak.

Rivan menjelaskan, jumlah tersebut setara dengan 75,47 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026.

"Berdasarkan distribusi, mayoritas kendaraan berasal dari arah timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 1.191.524 kendaraan atau 46,5 persen. Sementara itu, 762.480 kendaraan atau 29,8 persen berasal dari arah barat (Merak), dan 607.625 kendaraan atau 23,7 persen dari arah selatan (Puncak)," ujarnya dalam keterangannya dikutip, Minggu (29/3/2026).

Secara rinci, arus dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 647.164 kendaraan atau meningkat 37,5 persen dibanding kondisi normal. Adapun dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 544.360 kendaraan atau naik 2,3 persen. Total kendaraan dari kedua arah tersebut mencapai 1.191.524 kendaraan atau meningkat 18,8 persen dari kondisi normal.

Untuk arah barat, kendaraan yang melintas melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 762.480 kendaraan atau turun 2,5 persen dari lalu lintas normal. Sementara itu, dari arah selatan melalui GT Ciawi, jumlah kendaraan mencapai 607.625 unit atau meningkat 2,3 persen.

Rivan juga mengungkapkan, pada H+6 Idulfitri atau Jumat, 27 Maret 2026, volume kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 204.426 kendaraan atau naik 45,7 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 140.302 kendaraan.

“Peningkatan jumlah kendaraan tertinggi tercatat terjadi di GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa) menuju Jakarta yang mencapai 87.635 kendaraan atau meningkat sebesar 206,9 persen dari lalin normal sebanyak 28.559 kendaraan. Hal ini menunjukkan bahwa arus balik dari arah Timur masih menjadi kontribusi utama lalu lintas menuju Jabotabek,” ujar Rivan.

Seiring tingginya volume kendaraan dari arah timur, Jasa Marga memastikan kesiapan operasional di GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penambahan gardu operasi, pengaturan lalu lintas, serta koordinasi intensif dengan Kepolisian.

Selain itu, pengguna jalan dari arah Bandung diimbau memanfaatkan jalur fungsional Jalan Tol Japek II Selatan melalui akses KM 77 Jalan Tol Cipularang arah Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di KM 66 Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi titik pertemuan arus dari Trans Jawa dan Bandung.

Selama pengoperasian fungsional, pengguna jalan yang melintasi Japek II Selatan tidak dikenakan tarif dan hanya membayar tarif Jalan Tol Cipularang hingga akses Sadang sesuai ketentuan yang berlaku.

Rivan juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi pemudik jarak jauh agar tidak memaksakan diri saat lelah dan memanfaatkan rest area yang tersedia.

“Pengguna jalan juga perlu mengantisipasi pengaturan operasional rest area, khususnya di Rest Area KM 52 dan KM 62 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta yang diberlakukan sistem buka-tutup secara situasional selama periode arus balik. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kepadatan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di ruas tol utama,” tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: