Netanyahu Umumkan Perluasan Operasi Darat Israel di Lebanon Selatan
BeritaNasional.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa militer Israel akan memperluas operasi daratnya di wilayah Lebanon selatan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Dikutip dari NBC News, Senin (30/3/2026), Netanyahu menjelaskan bahwa perluasan “sabuk keamanan” di Lebanon dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap wilayah Israel. Ia menyebut langkah tersebut bertujuan untuk “menggagalkan ancaman invasi dan menjauhkan tembakan rudal anti-tank dari perbatasan kita.”
Operasi militer Israel di Lebanon selatan berlangsung setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel sebagai respons atas konflik antara Israel dan Iran, yang dimulai pada 28 Februari bersama Amerika Serikat.
Sejak 2 Maret, konflik tersebut telah menewaskan hampir 1.200 orang dan melukai lebih dari 3.400 lainnya di Lebanon. Sementara itu, sebanyak 19 orang dilaporkan tewas di pihak Israel.
Langkah terbaru Israel ini memicu kekhawatiran internasional bahwa operasi militer di Lebanon akan berkembang seperti konflik berkepanjangan di Gaza. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan Israel dilaporkan telah menghancurkan infrastruktur, termasuk jembatan dan permukiman warga, serta memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi di wilayah Lebanon selatan.
Citra satelit juga menunjukkan tingkat kerusakan yang luas serta peningkatan jumlah pangkalan militer Israel di kawasan tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa negaranya berencana membentuk “zona keamanan” di Lebanon selatan, termasuk mengambil alih sejumlah penyeberangan sungai utama. Kebijakan ini dikhawatirkan akan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi dalam jangka waktu yang tidak pasti.
Berbagai organisasi kemanusiaan telah memperingatkan potensi kehancuran wilayah permukiman secara luas serta meningkatnya jumlah korban sipil.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, turut menyuarakan keprihatinan atas eskalasi konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa “model Gaza tidak boleh ditiru di Lebanon” dan menyerukan kepada Hizbullah serta Israel untuk segera menghentikan permusuhan.
Sumber: NBC News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







