Benjamin Netanyahu Instruksikan Militer Israel Perluas Operasi di Lebanon

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 01 Juni 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi tentara Israel. (Foto/www.idf.il)
Ilustrasi tentara Israel. (Foto/www.idf.il)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer Israel (IDF) untuk memperdalam dan memperluas jangkauan operasi di wilayah-wilayah Lebanon yang dikuasai oleh kelompok Hizbullah. 

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu melalui sebuah rekaman video resmi yang dirilis pada Minggu (31/5/2026).

Perintah perluasan operasi militer ini diterbitkan sesaat setelah pasukan Israel berhasil merebut kawasan Beaufort Ridge, termasuk sebuah kastil strategis yang berada di puncaknya di wilayah Lebanon selatan. 

Wilayah yang baru saja dikuasai Israel ini diketahui berada di luar batas "zona keamanan", yang sebenarnya telah disepakati sejak gencatan senjata berlaku pada pertengahan April lalu.

Pasukan Israel Seberangi Sungai Litani

Netanyahu menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari arahannya untuk memperluas manuver di Lebanon, pasukan darat Israel kini telah menyeberangi Sungai Litani. Pergerakan tersebut berhasil membuat mereka merebut sejumlah titik penting, termasuk kawasan Beaufort.

Menurut Netanyahu, fokus utama militer Israel saat ini adalah memperkuat kendali dan pertahanan di posisi-posisi strategis yang baru saja mereka kuasai. 

Ia juga menyebut bahwa keberhasilan merebut Beaufort merupakan sebuah pencapaian yang sangat krusial bagi garis politik negaranya.

"Ini adalah tahap yang dramatis dan perubahan dramatis dalam kebijakan yang kami jalankan," tegas Netanyahu dalam video tersebut yang dikutip dari Xinhua News pada Minggu.

Klaim Lumpuhkan 8.000 Anggota Hizbullah

Lebih lanjut, Perdana Menteri Israel itu juga membeberkan data mengenai jumlah korban dari pihak lawan. 

Ia mengeklaim, sejak konflik multifront ini pertama kali pecah pada Oktober 2023, militer Israel telah berhasil membunuh sekitar 8.000 milisi Hizbullah.

Netanyahu menambahkan intensitas pertempuran terus meningkat, 700 orang di antaranya diklaim berhasil dilumpuhkan hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir. 

Langkah agresif ini mengindikasikan bahwa situasi di perbatasan Israel-Lebanon masih jauh dari kata damai meski kesepakatan gencatan senjata sempat berjalan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: