2 Komodo Dikirim ke Jepang, Indonesia Terima Panda Merah dan Jerapah

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 April 2026 | 11:45 WIB
Biawak Komodomerupakan kadal terbesar yang ada di dunia. Reptil raksasa karnivora ini hidup alami di Taman Nasional Komodo. (Foto/tnkomodo)
Biawak Komodomerupakan kadal terbesar yang ada di dunia. Reptil raksasa karnivora ini hidup alami di Taman Nasional Komodo. (Foto/tnkomodo)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia akan meminjamkan dua ekor komodo ke Jepang dalam rangka program penangkaran satwa langka. Sebagai imbalannya, Indonesia akan menerima sejumlah satwa lain seperti panda merah dan jerapah.

Kementerian Kehutanan menyatakan kerja sama ini bertujuan memperkuat upaya perlindungan dan konservasi satwa liar sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap keanekaragaman hayati.

Pejabat konservasi Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, mengatakan seekor komodo jantan dan betina akan dikirim ke kebun binatang di Prefektur Shizuoka.

“Pertukaran ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi kedua belah pihak terhadap perlindungan dan konservasi satwa liar, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap keanekaragaman hayati,” ujarnya dikutip dari Reuters, Kamis (2/4/2026).

Program tersebut juga ditujukan untuk mengembangbiakkan komodo yang saat ini masuk kategori terancam punah berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Sebagai bagian dari kerja sama, pihak Jepang akan mengirimkan beberapa satwa ke Indonesia, termasuk panda merah dan jerapah.

Kesepakatan ini telah ditandatangani pada pekan lalu menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Namun, rencana ini menuai kritik dari kelompok hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). Organisasi tersebut menilai komodo tidak seharusnya dijadikan alat tawar-menawar dalam hubungan diplomatik.

“Mengirim hewan yang sangat cerdas ini ke luar negeri untuk penangkaran di dalam kurungan hanya memperkuat mitos berbahaya bahwa konservasi dapat dilakukan di balik dinding kebun binatang,” kata Presiden PETA Asia, Jason Baker.

Ia menambahkan bahwa komodo seharusnya tetap berada di habitat alaminya.

Berdasarkan data pemerintah, Indonesia menjadi habitat lebih dari 3.000 komodo. Reptil ini merupakan kadal terbesar di dunia yang dapat tumbuh hingga sekitar tiga meter, dengan ciri khas lidah bercabang berwarna kuning serta gigitan berbisa.

Media Jepang melaporkan dua komodo tersebut diperkirakan tiba di Jepang paling cepat pada Juni mendatang. Pengiriman akan dilakukan setelah perjanjian bisnis antar kebun binatang di kedua negara rampung ditandatangani.

Sumber: Reuterssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: