Mendikdasmen Sebut Persiapan TKA Berbasis Komputer Masuki Tahap Akhir

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 03 April 2026 | 04:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah) saat memberikan keterangan. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah) saat memberikan keterangan. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer untuk jenjang SD dan SMP telah memasuki tahap final. 

Pemerintah kini fokus mematangkan teknis di lapangan agar transisi menuju ujian berbasis digital ini berjalan mulus.

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian adalah kesiapan infrastruktur. Mu'ti menjelaskan sekolah yang keterbatasan sarana komputer tidak perlu berkecil hati karena pemerintah telah menyiapkan skema subsidi silang antarsekolah.

"Sekolah-sekolah yang tidak atau belum punya komputer kita atur sedemikian rupa supaya bisa pinjam di sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA," kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta pada Kamis (2/4/2026).

Menanggapi kekhawatiran yang muncul di kalangan wali murid, Menteri Mu'ti mengimbau agar orang tua dan siswa tidak perlu merasa tertekan. 

Ia menegaskan TKA bukanlah penentu kelulusan siswa, melainkan instrumen untuk memetakan standar kemampuan akademik secara nasional.

Fokus penilaian dalam TKA kali ini hanya mencakup dua mata pelajaran inti, yaitu bahasa Indonesia dan Matematika. 

Adapun, penilaian untuk aspek lain tetap dikembalikan kepada kewenangan masing-masing sekolah atau satuan pendidikan.

Kemendikdasmen mengusung semangat "Jujur dan Gembira". Namun, di balik semangat kegembiraan tersebut, pemerintah menyelipkan peringatan keras terhadap segala bentuk praktik kecurangan.

Kejujuran menjadi aspek yang tidak bisa ditawar dalam TKA tahun ini. Mu'ti memastikan akan ada sanksi tegas bagi siswa maupun pihak sekolah yang mencoba bermain curang.

"Kita tegas ya prinsipnya, kalau ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kita nol kan nilainya. Karena yang utama tentu saja kejujuran," tegasnya.

Selain aspek teknis, sisi psikologis siswa juga menjadi sorotan. Mu’ti berharap para murid dapat mengerjakan soal-soal tes dengan perasaan senang dan tenang.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: