Kemendikdasmen Berlakukan WFH ASN Tiap Jumat, Layanan Pendidikan Tetap Jalan

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 April 2026 | 02:01 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (Foto/YouTube Setpres)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat mulai 1 April 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu layanan publik, termasuk layanan pendidikan, karena Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap dibuka melalui kanal tatap muka, posel, WhatsApp, dan telepon.

“Work From Home bukan berarti libur, ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” ujar Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan WFH mulai diberlakukan pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi secara komprehensif setelah dua bulan pelaksanaan.

Di sektor pendidikan, Unit Layanan Terpadu (ULT) disebut tetap berjalan dan responsif melalui berbagai kanal, mulai dari layanan tatap muka, posel, WhatsApp, hingga telepon.

Abdul Mu’ti menilai layanan tersebut penting untuk menampung aspirasi masyarakat dan harus direspons dengan cepat.

“Layanan publik seperti Unit Layanan Terpadu (ULT) akan tetap dibuka dan diselenggarakan. Selain itu, guru tetap harus masuk jika muridnya masuk ke sekolah. Ada pengecualian pada beberapa konteks, seperti yang tercantum dalam aturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” terang Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebut transformasi budaya kerja ini sejalan dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Menurut dia, perubahan pola kerja dan gaya hidup hemat energi justru menjadi momentum untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan, sekaligus mendorong kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa perubahan ini justru memperkuat kualitas layanan pendidikan, bukan menguranginya. Di saat yang sama, ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mulai dari hal-hal sederhana menghemat energi, menggunakan transportasi publik, dan membangun kebiasaan baru yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum, bersepeda, atau berjalan kaki saat menuju dan pulang dari sekolah. Selain itu, Abdul Mu’ti mengimbau orang tua agar tidak mengantar anak dengan kendaraan pribadi secara berlebihan.

Pemerintah daerah juga didorong untuk memfasilitasi jalur bagi pesepeda serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghematan energi.

Di lingkungan sekolah, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan dapat membangun kebiasaan positif, seperti menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta penggunaan sumber daya secara efisien.

Kemendikdasmen menilai lingkungan sekolah yang aman dan sehat tidak hanya mendukung proses pembelajaran yang optimal, tetapi juga membentuk karakter murid yang peduli terhadap lingkungan dan kualitas hidup.

“Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: