Peluang Karier Luar Negeri lewat Program SMK Mendunia Kemendikdasmen

Oleh: Kiswondari
Minggu, 31 Mei 2026 | 20:01 WIB
Data lulusan SMK yang bekerja di luar negeri. (BeritaNasional/Kemendikdasmen)
Data lulusan SMK yang bekerja di luar negeri. (BeritaNasional/Kemendikdasmen)

BeritaNasional.com - Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus melahirkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan siap kerja, yang siap masuk industri global. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin dalam webinar yang bertajuk “SMK Berani Mendunia Sekolah di Indonesia Berkarier di Dunia” pada Jumat (29/5/2026).

Menurut Tatang, saat ini banyak negara kekurangan tenaga kerja karena usia produktif di negara-negara maju tidak bisa memenuhi permintaan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Sementara itu, Indonesia sedang mengalami bonus demografi di mana jumlah anak muda usia produktif yang melimpah. 

“Pertanyaannya apakah kompetensinya siap mendunia. Di sinilah pendidikan vokasi memegang peran penting. Jangan minder jadi anak SMK karena dunia hari ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang terampil, disiplin, dan mau belajar. Masa depan bukan milik mereka yang paling banyak teori, tapi milik mereka yang siap beradaptasi dan berani melangkah ke luar batas,” ucap Tatang yang dilansir dari laman resmi.

Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Kemendikdasmen telah melepaskan lebih dari tiga ribu lulusan SMK untuk bekerja ke berbagai negara. Angka tersebut merupakan bukti bahwa dunia percaya pada kualitas lulusan pendidikan vokasi di tanah air. Tatang pun mengajak semua pihak untuk bersatu padu membangun ekosistem pendukung yang solid demi membuka akses informasi dan menyiapkan mental yang kuat bagi anak-anak SMK sehingga mampu bersaing di tingkat global.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa SMK mendunia bukan slogan semata. Jangan pernah membatasi cita-citamu. Kuasai teknologi, kuasai bahasa asing, jaga integritas serta kuatkan karaktermu karena walau kalian belajar di Indonesia di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anakku sekalian,” terang Tatang. 

Sementara itu, Direktur SMK Dikmen Diksus Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026 memberikan fleksibilitas kurikulum yang adaptif sesuai dengan kebutuhan negara tujuan. Program ini membantu SMK untuk menyiapkan penguasaan kompetensi inti di tahun 1–3 dan tambahan 1 tahun untuk penguasaan bahasa asing, kompetensi sesuai standar negara tujuan, fisik dan mental, serta literasi hukum dan keuangan. 

“SMK menjadi strategi yang tepat digunakan untuk memastikan bonus demografi bisa dilakukan dengan baik. Kita memastikan bahwa mulai dari pembelajaran, pemberangkatan harus diimbangi dengan kemampuan keterampilan. Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” ujar Arie. 

Kemendikdasmen melalui Direktorat SMK pun telah menyiapkan pilar transformasi SMK mendunia sekaligus peta jalannya. SMK mendunia dibangun melalui pilar yang saling terhubung, mulai dari tata kelola SMK, kurikulum, kemitraan, dan layanan kesiswaan. 

“Pekerjaan ini adalah hal besar tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini harus dikerjakan oleh seluruh pihak. Kemendikdasmen fokus pada penyiapan, KP2MI dan Kemenaker fokus pada penempatan dan perlindungan resmi,” terang Arie.

Testimoni Penerima Manfaat

Di sisi lain, ada berbagai cerita praktik baik penyiapan lulusan untuk berkarier ke luar negeri datang dari berbagai SMK, salah satunya adalah SMKN 1 Mundu, Cirebon, Jawa Barat. Kepala SMKN 1 Mundu, Sri Handayani, menceritakan, sebagai salah satu SMK penerima program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 merasa bersyukur dan terbantu karena murid-murid SMK yang memiliki minat berkarier di luar negeri mendapatkan fasilitas untuk mempersiapkan diri. 

Untuk mengirim lulusannay ke luar negeri, SMKN 1 Mundu menggandeng alumni yang telah lebih dulu berkarier di luar negeri untuk memberikan cerita baik perjalanannya ke adik kelasnya. Selain itu, SMKN 1 Mundu juga menggandeng guru tamu dari industri untuk mengajarkan tentang budaya kerja sehingga ketika lulus, para murid bisa beradaptasi dengan suasana kerja. 

“Kuncinya itu komunikasi dan itu telah dilakukan oleh SMKN 1 Mundu sejak tahun 1965. Para alumni akan berbagi cerita ketika masa orientasi. Dari pihak sekolah pun berdialog dengan orang tua murid tentang peluang karier ke luar negeri. Pihak sekolah juga tidak hanya mengawal dari penyiapan, tetapi juga memastikan keamanannya ketika penempatan kerja di negara tujuan,” ungkap Sri Handayani. 

Cerita lain datang dari alumni SMK yang telah bekerja ke luar negeri, seperti Hadi Candra Maulana, alumni SMK Wikrama Bogor, yang telah bekerja di Turki serta Hafifa Indah, alumni SMK Muhammadiyah 1 Malang, dan Zahra Pratiwi, alumni SMKN 1 Sale, yang kini bekerja di Jepang. 

Para alumni menceritakan bahwa lulusan SMK memiliki potensi yang tinggi untuk berkarier di luar negeri. Pendidikan yang didapatkan ketika SMK, mulai dari praktik kerja lapangan, pembelajaran berbasis industri, guru tamu, pengembangan kemampuan bahasa, dan budaya kerja, sangat membantu para alumni ketika bekerja di luar negeri. 

Selain itu, mereka juga menceritakan bahwa untuk berangkat kerja ke luar negeri perlu persiapan yang matang. Tujuannya adalah agar ketika berkarier di luar negeri, para lulusan SMK bisa mengembangkan diri, menyerap ilmu, dan bisa membawa nama baik Indonesia di kancah global. 

“Dunia itu luas dan kita masih bisa mencapai titik-titik tersebut. Kalau batas dari karier tidak hanya di sini. Kita akan bertemu dengan banyak orang yang berkarier di luar negeri. Setiap negara punya budayanya masing-masing. Selain ilmu dan pengalaman, penghasilan yang didapatkan juga bisa memperbaiki kualitas hidup,” ungkap Hafifa Indah.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: