Trump Ingin Perjelas soal Transfer Uranium Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 31 Mei 2026 | 14:42 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto/X Donald J Trump)
Presiden AS Donald Trump (Foto/X Donald J Trump)

BeritaNasional.com - Terkait dengan nota kesepahaman damai dengan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengklarifikasi rincian transfer uranium Iran yang telah diperkaya, ke pihak Washington serta redaksi klausul mengenai pembukaan Selat Hormuz dalam draf tersebut. 

Menurut laporan Axios, yang mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Trump dan sumber yang mengetahui masalah tersebut, Presiden Trump berjanji akan mengambil keputusan final terkait situasi dengan Iran. Namun, media Amerika itu kemudian melaporkan belum ada kesepahaman akhir yang tercapai.

Pada Jumat (29/5/2026), Trump telah menggelar pengarahan intelijen di Washington. Pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat, The New York Times menyatakan Trump mengajukan syarat lebih ketat untuk kesepakatan yang mungkin tercapai guna mengakhiri konflik dengan Iran dan telah menyampaikan proposal baru kepada Teheran.

Masih menurut Axios, rancangan kesepakatan tersebut saat ini mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Berdasarkan kesepakatan itu, AS maupaun Iran akan memiliki waktu 60 hari untuk mencapai perjanjian mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS. Pokok pembahasan utama adalah persediaan uranium Iran yang telah diperkaya serta pembatasan terhadap pengayaan lebih lanjut. Dan bagian itulah yang ingin diubah Trump.

"Yang diinginkan adalah rincian yang lebih spesifik mengenai bagaimana AS menerima material tersebut (uranium yang diperkaya) dan kapan proses itu dilakukan," kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada media tersebut.

Menurut sumber lain, Gedung Putih juga ingin merevisi klausul mengenai pembukaan Selat Hormuz. Trump diberi tahu bahwa pihak Iran akan menyampaikan tanggapan dalam waktu sekitar tiga hari.

Sebelumnya, perang ini dipicu oleh AS dan Israel yang mulai melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026 lalu, hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: