3 Jenazah TNI Gugur di Lebanon Tiba di Soetta, Upacara Penghormatan Terakhir Disiapkan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 04 April 2026 | 18:37 WIB
3 Jenazah TNI yang tewas di Lebanon tiba di Bandara Soetta, Sabtu (4/4/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)
3 Jenazah TNI yang tewas di Lebanon tiba di Bandara Soetta, Sabtu (4/4/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)

BeritaNasional.com - Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan telah tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026) sore.

Proses kedatangan ketiga jenazah yang gugur yakni, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon turut terdokumentasi dalam tayangan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Berdasarkan siaran yang dipantau BeritaNasional, terlihat jenazah dibawa menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 dari Istabul, Turki diberangkatkan dari Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Libanon pada Jumat (3/4/2026) kemarin.

Setibanya di bandara, ketiga jenazah yang tersimpan dalam peti langsung dibawa menggunakan mobil jenazah dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan untuk ke lokasi persemayaman.

Sementara untuk area VIP Room Terminal 3 Bandara Soetta juga sudah terlihat persiapan untuk upacara pemberian penghormatan terakhir kepada ketiga prajurit. Di sana terpasang foto masing-masing prajurit yang setelah upacara selesai akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.

Adapun untuk prosesi upacara ini akan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Setelah selesai, ketiga jenazah akan diterbangkan menuju Bandung dan Yogyakarta menggunakan pesawat TNI AU CN 295 dan C 130 J untuk proses pemakaman.

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Sebagai informasi, eskalasi konflik di Lebanon Selatan, menyebabkan delapan prajurit TNI menjadi korban, tiga di antaranya gugur akibat serangan saat konflik di wilayah tersebut.

Insiden fatal ini terjadi hanya dalam waktu 24 jam pertama terhadap empat prajurit TNI yakni, Praka Farizal Rhomadhon gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan akibat serangan di markas UNIFIL pada Minggu (29/3/2026).

Kemudian serangan kedua, berdasarkan laporan terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) terjadi saat pelaksanaan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Diketahui, CSSU adalah satuan pendukung yang bertugas memberikan dukungan bagi markas komando. Di mana dalam insiden itu, sedang melakukan konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Sementara dua prajurit lainnya yakni, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto menjalani luka yang saat ini telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Akibat serangan ini, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. 

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tuturnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: