3 Jenazah Prajurit TNI Gugur Masih di RS Saida Lebanon, Rencana Dipulangkan Pekan Ini

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 02 April 2026 | 18:42 WIB
Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (BeritaNasional/Bachtiar)
Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melaporkan perkembangan proses pemulangan tiga jenazah Prajurit TNI yang gugur sebagai pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan. 

Adapun ketiga jenazah prajurit yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat ini masih dalam pemulasaran di rumah sakit Saida untuk proses pemulangan.

“Sedang pemulasaraan jenazah yang rencananya akan dikembalikan ke tanah air,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/4/2026).

Sementara untuk proses kepulangan, lanjut Rico, dimungkinkan akan dilaksanakan pada Jumat atau Sabtu pekan ini. Namun waktu itu masih bisa berubah, mengingat kondisi di sana termasuk dalam daerah konflik.

“Karena minimnya penerbangan yang sedang ada saat ini di daerah konflik di teluk saat ini. Sehingga update berikutnya akan kami sampaikan setelah ada kepastian kapan kepulangan dari jenazah tiga orang prajurit TNI yang telah gugur di Lebanon,” jelasnya.

Sedangkan untuk prajurit yang mengalami luka-luka berat yakni Praka Rico Pramudia, Lettu Inf. Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

“Dari tiga prajurit yang dirawat di rumah sakit beirut, saat ini sekarang sudah membaik sudah dalam kondisi yang stabil dari yang sebelumnya,” imbuhnya.

Prajurit TNI Gugur

Perlu diketahui kondisi eskalasi di Lebanon Selatan sedang meningkat, dampaknya delapan prajurit TNI menjadi korban, tiga di antaranya gugur akibat serangan saat konflik tersebut.

Di mana Insiden fatal ini terjadi hanya dalam waktu 24 jam pertama terhadap empat prajurit TNI yakni, Praka Farizal Rhomadhon gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan akibat serangan militer Israel pada Minggu (29/3/2026).

Kemudian untuk serangan terbaru, berdasarkan laporan terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) terjadi saat pelaksanaan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Diketahui CSSU adalah satuan pendukung yang bertugas memberikan dukungan bagi markas komando. Di mana dalam insiden itu, sedang melakukan konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” sebut Aulia.

Sementara dua prajurit lainnya yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto menjalani luka yang saat ini telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Akibat serangan ini, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. 

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tuturnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: