Insiden Ketiga dalam Sepekan, Indonesia Desak DK PBB Usut Ledakan yang Lukai 3 Personel UNIFIL
BeritaNasional.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan kekhawatiran mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan. Insiden tersebut melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas pada United Nations Interim Force in Lebanon dan menjadi insiden serius ketiga dalam satu minggu terakhir.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah kembali menegaskan bahwa serangan terhadap personel Indonesia tidak boleh terulang.
“Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Terlepas dari apa pun penyebabnya," ujar Kemlu RI dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2025).
"Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya,” tambahnya.
Kemlu RI juga meminta agar Dewan Keamanan PBB mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL untuj tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan.
“Indonesia kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan," tulisnya.
Kemenlu RI pun menyoroti insiden ini terjadi di tengah operasi militer Israel di selatan Lebanon.
“Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, berisiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB," lanjut Kemlu RI.
Indonesia menegaskan bahwa keselamatan peacekeepers merupakan prioritas.
“Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban," tutup Kemlu RI.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







