Panglima TNI Perintahkan Perlindungan Maksimal Pasukan Perdamaian di Lebanon

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 06 April 2026 | 13:30 WIB
anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. (BeritaNasional/istimewa)
anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Perintah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto agar para prajurit TNI pasukan perdamaian di Lebanon berlindung di bunker merupakan langkah antisipatif untuk evakuasi taktis. Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, Senin (6/4/2026). 

Upaya itu merupakan bentuk kesiapsiagaan yang tidak bisa ditawar. Menurutnya ketika terjadi eskalasi konflik di kawasan upaya tersebut merupakan langkah yang tepat, terukur, dan mencerminkan prioritas utama pada keselamatan personel.

"Dalam situasi konflik yang dinamis dan berisiko tinggi, keputusan cepat berbasis mitigasi ancaman adalah bagian dari standar operasi yang harus dijalankan," ujarnya.

Ia mendorong agar pemerintah dan TNI terus melakukan evaluasi situasi secara berkala, memperkuat sistem perlindungan pasukan serta memastikan adanya protokol kontingensi yang adaptif terhadap perkembangan eskalasi di lapangan.

Keselamatan prajurit harus selalu menjadi prioritas di atas segala pertimbangan lainnya, tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

"Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa," ujar Prabowo dalam unggahan akun Instagram resmi (@prabowo), Sabtu (4/4/2026) malam. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: