AS-Iran Disebut Akan Bahas Gencatan Senjata

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 06 April 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi perang Iran vs Israel-AS (Foto/Freepik)
Ilustrasi perang Iran vs Israel-AS (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Amerika Serikat (AS), Iran, dan mediator regional sedang membahas ketentuan kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari sebagai fase pertama dari rencana dua tahap untuk menyelesaikan konflik.

Axios dengan mengutip sumber-sumber terkait melaporkan, pemerintahan Trump telah mengajukan sejumlah pendekatan kepada Iran dalam beberapa hari terakhir, namun pejabat Iran belum menerima satu pun di antaranya hingga saat ini.

Sumber tersebut menilai kemungkinan tercapainya kesepakatan antara kedua pihak dalam 48 jam ke depan tergolong rendah.

Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan serta menuntut dibukanya Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, kesepakatan dua tahap untuk mengakhiri konflik saat ini tengah dibahas. Tahap pertama mencakup gencatan senjata selama 45 hari, di mana syarat-syarat perdamaian final akan dinegosiasikan. 

Sumber juga menyebutkan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang apabila para pihak membutuhkan waktu tambahan untuk perundingan.

Tahap kedua mencakup penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Sumber Axios menilai bahwa isu pembukaan penuh Selat Hormuz serta kepemilikan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi oleh Iran hanya dapat diselesaikan dalam kerangka kesepakatan akhir.

Selain itu, menurut Axios, para mediator sedang berupaya membangun kepercayaan bagi AS dengan menjajaki langkah-langkah yang dapat diambil AS untuk memenuhi beberapa tuntutan Iran.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada media tersebut bahwa AS sedang berada dalam negosiasi mendalam dengan Iran dan kesepakatan dapat dicapai paling cepat pada Selasa (7/4).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung, tetapi menyatakan bahwa Teheran telah menerima pesan melalui perantara mengenai keinginan Washington untuk memulai dialog demi mengakhiri konflik.


Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: