Idrus Marham Minta Saiful Mujani Tak Buat Pernyataan Provokatif

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 06 April 2026 | 13:10 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (Beritanasional/Ahda)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyoroti pernyataan pendiri SMRC, Saiful Mujani yang menyampaikan pernyataan inkonstitusional menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, seharusnya semua pihak tidak membuat kegaduhan, dan harus menunjukkan solidaritas bersama dalam menghadapi tantangan global.

"Jangan karena kepentingan-kepentingan kita tidak terpenuhi, lalu kemudian kita mengambil pandangan-pandangan yang berbeda. Jangan karena ada kepentingan-kepentingan subjektif, jangan karena perbedaan-perbedaan politik di antara kita, lalu kemudian itu diwujudkan dalam bentuk-bentuk perlawanan yang tidak objektif lagi, tetapi sangat subjektif," ujar Idrus di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Siapapun baik di luar atau di dalam pemerintahan harus berkontribusi kepada bangsa sesuai kompetensi masing-masing. Di sisi lain perlu juga mengingatkan pemerintah melakukan komunikasi efektif kepada seluruh anak bangsa.

"Saya kira komunikasi dengan kelompok-kelompok kritis ini harus dilanjutkan. Ya harus dilanjutkan, harus tetap diajak mereka. Kalau sudah diajak mereka untuk berdiskusi, untuk berbicara, dan minta pandangan-pandangan, maka saya kira bukan lagi persoalan pemerintah. Yang tidak benar adalah kalau misalkan pemerintah tidak mengajak mereka," ujarnya.

Dalam demokrasi, kata Idrus, tidak identik dengan kebebasan. Kritikan terhadap pemerintah harus faktual, objektif, dan solutif, bukan dengan provokatif.

"Kalau memang misalkan kita belum puas kepada pemerintahan yang ada, ya kita kritisi. Tetapi kritikan yang kita berikan itu adalah faktual, objektif, dan solutif. Nah, ini yang harus, bukan provokatif," ujarnya.

Idrus melihat saat ini muncul kritik kepada pemerintahan yang bersifat provokatif in melakukan mobilisasi massa demi menjatuhkan presiden. Ia menilai, ajakan provokatif itu tidak hanya inkonstitusional, tetapi juga menyimpang dari etika.

"Nah, saya kira ini pernyataan-pernyataan ya menurut pandangan saya ya tidak hanya inkonstitusional, ya tetapi juga sudah terlalu jauh menyimpang daripada etika-etika kita sebagai bangsa Indonesia, ya etika-etika kita sebagai sesama anak bangsa yang diikat oleh solidaritas sosial itu," ujarnya.

"Nah, saya kira itu yang yang penting saya sampaikan kepada kita semua, sehingga ya teman-teman ya kecerdasan kita, kita manfaatkan betul-betul untuk bangsa. Ya jangan kecerdasan kita gunakan saling memprovokasi, saling mempengaruhi kepada hal-hal yang ya sifatnya sangat negatif bagi perkembangan bangsa kita ke depan," pungkasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: